Blog
Mengapa guru perlu mengembangkan Bahan Ajar?
Terdapat sejumlah alasan, mengapa guru perlu untuk mengembangkan bahan ajar, yakni antara lain; ketersediaan bahan sesuai tuntutan kurikulum, karakteristik sasaran, dan tuntutan pemecahan masalah belajar. Pengembangan bahan ajar harus memperhatikan tuntutan kurikulum, artinya bahan belajar yang akan kita kembangkan harus sesuai dengan kurikulum. Pada kurikukulum tingkat satuan pendidikan, standard kompetensi lulusan telah ditetapkan oleh pemerintah, namun bagaimana untuk mencapainya dan apa bahan ajar yang digunakan diserahkan sepenuhnya kepada para pendidik sebagai tenaga profesional. Dalam hal ini, guru dituntut untuk mempunyai kemampuan mengembangkan bahan ajar sendiri. Untuk mendukung kurikulum, sebuah bahan ajar bisa saja menempati posisi sebagai bahan ajar pokok ataupun suplementer. Bahan ajar pokok adalah bahan ajar yang memenuhi tuntutan kurikulum. Sedangkan bahan ajar suplementer adalah bahan ajar yang dimaksudkan untuk memperkaya, menambah ataupun memperdalam isi kurikulum.
Tips dan Trik Mengembangkan Multimedia Interaktif
Apa saja 7 langkah mudah mengembangkan multimedia pembelajaran itu? Penjelasan lengkap ada di bawah.
1. TENTUKAN JENIS MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
Perhatikan dengan benar, yang akan kita buat itu apakah alat bantu kita untuk mengajar (presentasi) ke siswa atau kita arahkan untuk bisa dibawa pulang siswa alias untuk belajar mandiri di rumah atau sekolah. Jenis multimedia pembelajaran menurut kegunannya ada dua:
SISTEM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU YANG BERKEADILAN
PENDAHULUAN
Tulisan ini sengaja disampaikan jauh hari sebelum proses PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU pada tahun ini dilaksanakan. Hal ini dimaksudkan agar pihak-pihak terkait dapat mengkaji dan melakukan persiapan-persiapan yang lebih matang. Tulisan ini juga bertepatan dengan akan dibahasnya Ranperda Pendidikan di Kota Medan. Tentu saja tulisan ini dimaksudkan agar ke depannya proses PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU(PPDB) menjadi lebih baik. Semoga sumbang saran ini bisa menjadi bahan pertimbangan dalam membuat petunjuk teknis PPDB di kabupaten/kota pada tahun ini.
Mengacu pada Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 051/U/2002 tentang Penerimaan Siswa Pada Taman Kanak-kanak dan Sekolah yang menimbang bahwa penerimaan siswa dengan cara lebih baik dapat meningkatkan mutu pendidikan dan mencapai sumber daya manusia yang berkualitas sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan secara nasional.
AZAS-AZAS PENERIMAAN SISWA
Pada pasal 2 Kepmendiknas Tahun 2002 tersebut juga menyebutkan tujuan penerimaan siswa adalah memberi kesempatan yang seluas-luasnya bagi warga negara usia sekolah agar memperoleh layanan pendidikan yang sebaik-baiknya. Seterusnya pada pasal 3 dijelaskan azas penerimaan siswa yaitu :
KITA DAN ANAK KITA
Mama dan Papa sayang,
Andai kita mau mengingat kembali kenangan pertama ketika melihat perguruan ini, maka yang terlintas di memori kita adalah sebuah kesepakatan yang tak bisa ditawar lagi. Kelak saya akan menjadi anak soleh yang tidak memusingkan mama dan papa baik di dunia, apalagi di akhirat, dimana mama dan papa sudah pensiun dari aktivitas dakwah.
Tapi, ketika tenggorokan ini telah kering dan tak bersuara lagi karena banyak berdo`a, dan ketika tetes air mata terakhir telah jatuh membasahi pipi, maka muncullah kebingungan-kebingungan baru yang sangat menyiksa. Mengapa mama dan papa enggan merubah pemikiran menuju syari`at ? Apakah saya masih terlalu kecil untuk memohon kepada Allah ? Atau karena saya hanya perlu dengan Allah jika mengalami kesulitan kemalangan dan perkawinan? Atau karena sasaran do`a saya telah menghindar dari kejaran doa seorang anak yang sangat mencintai mama dan papanya. Atau karena mama dan papanya telah menganut aliran “gengsi” yang “berkitab suci” mode.
Jika semua itulah peyebab do`a anakmu ini tidak dikabulkan Allah, maka harapan masih terbuka. Yang paling nanda khawatirkan jika Allah telah menggolongkan mama dan papa sayang bersama dengan golongan orang-orang yang telah Allah “gembok” hati dari kebenaran. Nau`uzubillah.
Mama dan papa sayang,
Peningkatan Kemampuan Siswa Dalm Kreatifitas Bahasa dan Sastra Melalui Mading Sekolah
Pengajaran Bahasa dan Sastra di Sekolah akan berhasil jika didukung oleh Media Informasi Kreatifitas melalui Tulis Menulis yang mudah dan meriah seprti mading. Mading sebagai sarana informasi di sekolah sudah jelas memberikan wadah yang tepat dalam usaha guru, sekolah untuk melatih siswa kreatif di segala arah. Pendek kata semua kegiatan yang menyangkut pembelajaran dan ektra kurikuler dapat disampaikan atau ditampilkan di Mading Sekolah.
Memang banyak kedala yang dihadapi sebenarnya, terutama pendanaan, minat siswa, pihak yang tidak tahu benar dengan fungsi mading tesebut, dan adanya intimidasi jika informasi yang disampaikan melalui mading memberikan kritik terhadap pihak tertentu sebagai contoh kecil ada yang memiliki nama murad , kemudian siswa membuat semacam kata dan selogan Murad -Marid ditampilkan dalam gambar -gambar karikatur yang nilai seni cukup menggeliat dan penuh nilai seni. Yang semacam ini akan dan pasti diminta penjelasan kepada penanggung jawab mading dan siswa yang membuatnya. Padahal sebenarnya tak perlu dipersoalkan, jika ingin memberi semacam komentar atau tanggapan buat pula melalui tulisankah, atau gambarkah karikaturkah dan sebagainya tetapi tidak memberikan peringatan atau intimidasi
