Rela Berbagi Ikhlas Memberi

Blog budioeding


Bukti PSB memang OK - TIK Tingkatkan Pembelajaran (Pikiran Rakyat-08-12-2010)

TIK Tingkatkan Pembelajaran

SOREANG, (PR).-
Aktualisasi diri guru dalam menguasai teknologi informasi dan komunikasi menjadi penentu perkembangan proses pembelajaran di sekolah. Kesadaran tinggi dan kemauan para guru untuk menguasai TIK juga akan memicu kreativitas pengajaran yang akan membuat bahan ajar lebih disukai para siswa.

"Peningkatan keterampilan TIK itu juga akan mendongkrak peningkatan mutu guru," ucap Kepala Sekolah SMAN 1 Rancaekek, Otong Ahmad Fathoni, seusai penandatanganan nota kesepahaman sertifikasi uji kompetensi TIK dengan Lembaga Pendidikan Komputer Pimba di Lapangan SMAN 1 Rancaekek, Senin (6/12).

Menurut dia, guru dapat memaksimalkan bahan ajar dengan memanfaatkan TIK. Kreativitas penyiapan bahan ajar yang menggunakan media presentasi power point misalnya, akan menambah aspek penarik minat siswa dalam belajar.

"Sekitar 80 persen guru SMAN 1 Rancaekek tidak hanya memanfaatkan sumber bahan ajar dari standar kurikulum yang ada, tetapi juga dari sumber lain seperti situs web Pusat Sumber Belajar SMA. Mereka tinggal daftar dan unduh bahannya," ujarnya.

Otong mengatakan, keterampilan TIK guru dalam mengkreasikan bahan ajar tersebut dinilai mampu merangsang siswa untuk dapat lebih bersemangat dalam mengikuti pelajaran.

Wawancara dengan BBC

Lagi-lagi saya dihubungi BBC London untuk memberikan sedikit komentar. Kebetulan yang ditanyakan masalah tentang Internet  yang sedikit banyak saya ketahui ....

Silahkan disimak untuk mengetahui bagaimana kondisi pemanfaatan internet di Lombok Timur di http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2010/02/100227_internetpendidi...

Tentang PERMENDIKNAS No 69 Tahun 2009

Akhirnya Datang Juga ....

Setelah ditunggu sekian lama, akhirnya Standar Biaya Nonpersonalia untuk sekolah keluar juga. Walaupun ditandantangai bulan Oktober 2009 oleh Mendiknas Bambang Sudibyo, namun salinannya baru bisa saya terima beberapa hari terakhir ini.

Setelah dibaca dibolak balik akhirnya saya menyimpulkan, seyogyanya Permendiknas no 69 tahun 2009 ini diketahui oleh para pemegang kebijakan di daerah (Bupati dan DPRD). Dengan memahami permendiknas ini dan meng-cross check-nya dengan Peraturan Pemerintah no 48 tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan diharapkan didapatkan sebuah simpulan yang jelas tentang pengaturan pendanaan dan pembiayaan dari sebuah institusi pendidikan.

Bagi pihak sekolah pemahaman tentang kedua aturan di atas  tidak hanya dikuasai oleh Guru selaku manajer tetapi juga diketahui oleh guru dan terlebih komite sekolah. Insya Allah dari hal tersebut bisa dicapai sinergi sehingga penggunaan uang partisipasi masyarakat yang digalang oleh Komite, Dana Rutin Operasional dari Pemerintah Daerah serta bantuan dari sumber yang lain akan menjadi optimal dalam pemanfaatannya untuk memajukan sekolah yang nantinya bermuara pada kemajuan pendidikan secara nasional.

Dengan kejelasan-kejelasan dari acuan inilah bisa dinilai kinerja seorang Kepala Sekolah apakah memang mampu mengoptimalkan dana yang ada disekolahnya atau tidak sehingga tidak perlu lagi minta bantuan LSM, Kejaksaan maupun KPK untuk melihat penggunaan pendanaan tersebut (BM)

Masih tentang Facebook

dikutip dari http://nufransa.wordpress.com/2009/03/12/kenapa-orang-jepang-tidak-banya...

Beberapa kali saya pernah megirimkan invitation ke teman mahasiswa Jepang untuk ikut bergabung di FaceBook (FB). Tapi undangan saya tersebut sangat jarang ditanggapi oleh teman saya. Ada satu dua orang yang menjadi anggota, tapi itupun tidak aktif. Hanya sekedar membuka account saja. Yang lumayan aktif biasanya hanya mahasiswa Jepang yang mempunyai banyak teman mahasiswa asing.

Tahun 2008 Mark Zuckerberg membuat aplikasi bahasa Jepang untuk menarik lebih banyak peminat FB dari negeri sakura. Ternyata harapan itu tidak terpenuhi. Memang sebagian besar warga Jepang sangat tidak terbiasa dengan aplikasi berbahasa Inggris. Tetapi ketika YouTube membuat aplikasi berbahasa Jepang, berbondong-bondong orang Jepang mengupload video ke sana. YouTube relativ lebih disenangi dibandingkan dengan FB.

Facebook Sebabkan Mahasiswa Malas dan Bodoh

Mudah-mudahan kalau untuk guru tidak menyebabkan malas dan bodoh, tapi jadi sarana untuk saling bertukar fikiran, silaturahmi dan bertukar informasi terkini untuk kemajuan pendidikan