Blog habibi
Tantangan bagi Pendidikan Karakter di Sekolah
Pendidikan karakter di sekolah sekarang sedang trend sebab hampir semua mata pelajaran guru pengajar harus mencantumkan pendidikan karakter di mapel yang diampunya. Apa yang baru dari program ini, sebenarnya tidak ada yang baru kalau kita semua ingat dahulu ada yang namanya pendidikan budi pekerti. Hanya istilahnya saja yang beda namun essensinya sama.
Pendidikan karakter tampaknya sangat mendesak seperti halnya pemadam kebakaran untuk mematikan api yang membakar dan menghanguskan bangunan yang terbakar. Hal ini baru disadari setelah era reformasi yang seharusnya kehidupan bangsa dan bernegara menjadi lebih baik ternyata jauh dari harapan. Kemunduran akhlak terjadi hampir di semua bidang korupsi semakin marak dan menggurita, kekerasan menjadi budaya, demokrasi menjadi tak terkendali jadinya anarkhi dan sebagainya. Di sekolah, pelajar yang seharusnya tugasnya belajar malah tawuran, penyalahgunaan narkoba, pornografi dan sebagainya yang cenderung negatif, itulah tampaknya yang jadi pemikiran kenapa pendidikan karakter harus diajarkan.
Pertanyaannya. Apakah dengan pelaksanaan pendidikan karakter serta merta siswa di sekolah akan menjadi baik?
Pemahaman Nasionalisme dalam Pembelajaran di sekolah
Carut marut bangsa kita sekarang ini disebabkan oleh banyak faktor, dan salah satunya adalah menurunnya kadar nasionalisme dalam diri bangsa kita tidak hanya oleh generasi muda tapi juga oleh generasi tua. Dengan dalih demokratisasi seolah-olah orang bisa dan boleh berbuat apa saja termasuk melakukan pelanggaran terhadap norma-norma yang ada. Apabila hal ini tidak kita sadari dan segera koreksi maka kehancuran bangsa sudah diambang pintu.
Apa yang menjadi penyebab turunnya kadar nasionalisme? Apa yang harus dilakukan dan mengapa perlu dilakukan dalam pembelajaran di sekolah.
Dalam sebuah forum pengarahan di depan para pendidik baik tingkat SMP/MTs, SMA/MA dan SMK Gubernur Jawa Tengah menyampaikan bahwa turunnya kadar nasionalisme atau rasa kebangsaan dalam diri kita disebabkan oleh empat krisis yaitu:
Menuju Era Penjaminan Mutu
Upaya Kementrian Pendidikan Nasional dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional terus dilakukan. Salah satu upaya itu adalah dengan melakukan penjaminan mutu pendidikan. Upaya itu semakin menemukan formula yang jelas setelah dihasilkan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) Konsep SPMP telah disahkan oleh Menteri Pendidikan Nasional dalam Permendiknas No. 63 Tahun 2009.
Salah satu komponen penting dalam Pelaksanaan SPMP adalah Evaluasi Diri Sekolah (EDS).EDS adalah evaluasi internal yang dilaksanakan oleh semua pemangku kepentingan pendidikan (Stakeholders) di sekolah untuk mengetahui secara menyeluruh kinerja sekolah dilihat dari penyampaian SPM dan 8 SNP serta mengetahui kekuatan dan kelemahannya secara pasti sehingga akan diperoleh masukan nyata untuk membuat RPS dan RKS dalam upaya untuk menumbuhkan budaya peningkatan mutu yang berkelanjutan. Selamat ber EDS dan maju terus pendidikan Indonesia.
Lomba Guru,Kepala Sekolah dan Pengawas Berprestasi dalam penyusunan PTK dan PTS di LPMP Jateng
Dalam rangka menjawab pertanyaan tentang apakah ada hubungan pemberian tunjangan sertifikasi dengan upaya meningkatkan kualitas profesional guru maka sejak tanggal 27-28 Desember 2010 bertempat di LPMP Jawa Tengan digelar lomba Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Berprestasi dalam penyusunan PTK dan PTS.
Tujuan lomba ini antara lain untuk mengkaji permasalahan-permasalahan yang berkembang dalam dunia pendidikan di Jawa Tengah, menggali program pengembangan peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah melalu hasil-hasil penelitian yang relevan sekaligus meningkatkan kompetensi guru, kepala sekolah dan pengawas dalam melaksanakan penelitian.
Manfaat lomba ini adalah mendapatkan data permasalahan permasalahan yang berkembang dalam dunia pendidikan di Jawa Tengah sehingga dapat digunakan untuk mencari penyelesaian/solusi terhadap pemasalahan pendidikan serta menggali program pengembangan peningkatan mutu pendidkan dasar dan menengah yang berupa rekomendasi akademis untuk peningkatan program selanjutnya.
Tunjangan profesi versus kinerja guru
Dahulu ketika gaji dan kesejahteraan guru rendah banyak kalangan memandang sebelah mata,bahkan profesi guru hanya menjadi pilihan kesekian setelah profesi lain.Dengan adanya guru sekarang ditetapkan menjadi jabatan profesi dan mereka yang telah lulus memperoleh pengakuan seburu i guru profesional dengan tunjangan yang cukup besar banyak kalangan di luar guru yang merasa iri dengan tembehan penghasilan tersebut.oleh karena itu keirian dari mereka di luar guru harus disikap dengan arif dan tidak perlu emosional yaitu dengan meningkatkan kinerja guru sesuai dengan tuntutan sebagai guru profesional. Guru harus terus mereformasi diri sesuai dengan tuntutan perkembangan dan jangan menjadi guru fosil artinya dalam menjalankan profesinya hanya berlandaskan ilmu yang diperoleh saat di bangku kuliah dan enggan serta lamban mengikuti tuntunan perkembangan.Bentuk jawaban dari peni ngkatan kinerja adalah guru harus mengembangkan dan meningkatkan kemampuan :
1. Kompetensi pedagogiknya
2.Kompetensi profesionalnya
3,Kompetensi Sosialnya
4,Kompetensi kepribadiannya
Pertanyaannya apakah semua guru yang sudah dinyatakan lulus sebagai guru profesioanal mau meningkatkan kinerjanya? kalau jawabannya banyak yang belum mau dan kinerja guru masih rendah maka rasa cemburu dari profesi lain akan terus berlanjut dan tambahan tunjangan tidak sesuai peruntukannya. Maka mari kita jawab tambahan tunjangan itu dengan peningkatan kualitas kinerja kita.Hidup guru Indonesia
