Rela Berbagi Ikhlas Memberi

Blog hono


Guru efektif VS Guru efesien

Memahami guru yang efektif dan guru yang efesien.

Sering kali kita jumpai ada bapak ibu guru mengajarnya aktif , rajin, dan paling sibuk tapi banyak nilai siswanya yang jelek atau tidak mencapai ketuntasan. Anehnya mereka merasa sebagai guru yang paling baik dan paling layak mendapat imbalan yang tinggi. Bahkan tidak sedikit kepala sekolah yang menilai aktifitas sebagai tolak ukur prestasi dan bukan produktifitas.

Jam kerja dan jam tambahan dijadikan peluang bagi orang orang untuk memperlihatkan aktifitas dan dijadikan sebagai arena show bisnis..

Oleh karena itu kita perlu memahami perbedaan antara efisien dan efektif ,

Efektitas menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah dapat membawa hasil atau berhasil guna. Sedangkan efesiensi adalah ketepatan cara dalam menjalankan sesuatu dengan tidak membuang waktu,tenaga dan biaya.

Efektivitas adalah pencapaian tujuan secara tepat atau memilih tujuan-tujuan yang tepat dari serangkaian alternatif atau pilihan cara dan menentukan pilihan dari beberapa pilihan lainnya. Efektifitas bisa juga diartikan sebagai pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan. Sebagai contoh jika sebuah tugas dapat selesai dengan pemilihan cara-cara yang sudah ditentukan, maka cara tersebut adalah benar atau efektif.

Belajar memahami Pancasila

 Memahami Idiologi Pancasila

Ideologi secara praktis diartikan sebagai system dasar seseorang tentang nilai-nilai dan tujuan-tujuan serta sarana-sarana pokok untuk mencapainya. Jika diterapkan oleh Negara maka ideology diartikan sebagai kesatuan gagasan-gagasan dasar yang disusun secara sistematis dan dianggap menyeluruh tentang manusia dan kehidupannya, baik sebagai individu, social, maupun dalam kehidupan bernegara.
Pancasila sebagai Ideologi Terbuka, Pancasila jika dilihat dari nilai-nilai dasarnya, dapat dikatakan sebagai ideologi terbuka. Dalam ideology terbuka terdapat cita-cita dan nilai-nilai yang mendasar, bersifat tetap dan tidak berubah. Oleh kareanya ideology tersebut tidak langsung bersifat operasional, masih harus dieksplisitkan, dijabarkan melalui penafsiran yang sesuai dengan konteks jaman. Pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki ideologi-ideologi idealitas, normative dan realities.
Perbandingan antara Ideologi Liberalisme, Komunisme dan Pancasila
a. Liberalisme
Jika dibandingkan dengan ideology Pancasila yang secara khusus norma-normanya terdapat di dalam Undang-Undang Dasar 1945, maka dapat dikatakan bahwa hal-hal yang terdapat di dalam liberalisme terdapat di dalam pasal-pasal UUD 1945, tetapi Pancasila menolak liberalisme sebagai ideology yang bersifat absolutisasi dan determinisme.
b. Ideologi Komunis