Blog semadi yasa
Puisi: Anakku
Anakku
Sebuah lentera selalu menerangi harimu
Sapaan dan tuntunan yang lembut selalu menyertai langkahmu
Anakku ….
Engkau adalah penerus bangsamu!
Setiap detak langkahmu berikan makna
Makna yang yang dapat mengubah suasana
Jangan engkau salah melangkah
Agar semua dapat membawa hikmah
Semua ini penuh tantangan
Untuk meraih sebuah kemenangan
Teguhkan semuanya dengan iman
Agar tercipta suasana yang diidamkan oleh semua insan
Dra. Tri Sulistyaningsih, M.Pd.
SMAN 2 Denpasar
Lebaran di Pegayaman
Muslim di Pegayaman, Buleleng
SUASANA Lebaran di Bali tampaknya bisa disaksikan di sebuah desa bernama Pegayaman. Memang, sulit rasanya dimengerti bila melihat kehidupan masyarakat Pegayaman, Sukasada, Buleleng Bali ini. Sebab, ditengah-tengah bergulirnya arus kemajuan zaman, ada anggota masyarakat yang seolah terpaku pada pola hidup lama. Konon hal itu merupakan warisan dari leluhurnya asal Blambangan, Banyuwangi Jawa Timur, dan dipadukan dengan budaya Hindu Bali.
Desa Pegayaman ini berpenduduk 1000 Kepala Keluarga atau 5.000 jiwa. Lokasinya di ketinggian bukit dan dikelilingi pepohonan rindang, sawah, dan ladang. Semua warganya memeluk agama Islam. Tatkala Lebaran, mereka merayakannya namun bernuansa masyarakat Hindu. Hiasan rumah dan tata cara berpakaian dan aksesoris, juga tak terlepas dari masyarakat Hindu.
Tak hanya itu, bahkan nama-nama pengurus masjid dan umat Islam setempat, juga bernuansa Hindu. Ya, itulah uniknya. Yang membedakan hanya nama belakangnya, yang mencerminkan nama Muslim. Misalnya, Wayan Hasan dan Made Imam, nama untuk pria. Sementara untuk nama wanitanya, Ni Nyoman Siti atau Ni Made Fatima.
Asa dan Usaha Memodelkan Sekolah Model
Ketika Dit. PSMA Kemendiknas merancang akan meluncurkan sekolah model di seluruh Indonesia, setidaknya 132 sekolah akan terpilih, terbersit asa akan munculnya sekolah-sekolah yang nantinya menjadi panutan, tuntunan dan tentunya contoh bagi sekolah sekitar. Sebuah sekolah yang betul-betul merupakan sekolah harapan Dit. PSMA Kemendiknas. Sebuah sekolah yang bisa menjadi ikon setidaknya di sebuah provinsi.
Ketika sekolah-sekolah model itu ditunjuk, 'beban' berat mulai mereka pikul. Kenapa tidak? Karena di pundak mereka di'beban'kan semua harapan Dit. PSMA. Mereka harus mampu membuktikan bahwa pilihan Direktorat tidak salah. Namun jika semua hal dilaksanakan secara prosedural dan optimal serta ditambah dengan usaha dari segenap warga sekolah untuk mewujudkan cita-cita sekolah model, maka semua itu bukanlah suatu beban. Itu berkah yang harus disyukuri dan dinikmati. Bukankah muara dari pendidikan adalah untuk menghasilkan output yang berkualitas dan memiliki daya saing. Semoga.
Menjadikan Sekolah PSB yang Ideal, Mungkinkah?
Memasuki gerbang sekolah, kakiku seperti memasuki gerbang NASA. Nuansa teknologi dan ICT terasa banget. Ditambah dengan sapaan dari peserta didik dalam bahasa Inggris. "Good morning, Sir." "How are you today?" Semua itu membuat siapapun akan merasa luar biasa dan feeling better.
Dan begitu kaki melangkah menuju pintu masuk ke lobby , aku disambut oleh tulisan berjalan digital :"Selamat Datang Di SMA Negeri 2 Denpasar, the Most Modern School in the Universe" "Silahkan Scan Jari anda pada Pemindai". Kemudian pintu terbuka. Di lobby terdapat sebuah set komputer yang terkoneksi dengan PAS dan internet. Kita tinggal men-klik salah satu ikon ataupun menu pilihan yang ada di sana. Aku meng-klik salah satunya dan ... ada sinar menyilaukan.
"Udah pagi, Pak... Bangun." Istriku membangunkanku. Sinar mentari pagi masuk seiring dengan istriku menyingkap tirai jendela kamar. Aku terbangun, terduduk dan termangu. "Oh........aku bermimpi, tokh!" pikirku. Seandainya saja sekolahku bisa seperti dalam mimpiku. Semua orang akan senang dan bangga menjadi anak didik, tenaga kependidikan dan pendidik di sana. Mungkinkah? Jawabku: mungkin! Jika semua elemen mau kompak dan bekerja sama. Jika semua orang termasuk stake holder mau membantu. Semoga!
Learning English is Fun
Most of students think that learning English is difficult. It is the same as they learn Mathematics, Chemistry, Physics, and Accounting. English looks like a horrible and frightening subject for the students. Is it true? To find the answer is actually not so difficult. Firstly the teachers should think the way how they teach. It is frightening the students or not. Secondly the methods the teachers use in teaching monotonuous or various. And finally whether the teachers know the students' need or not.
Solution:
1. Don't ever frighten the students with English. Ensure the students that English is not difficult. Assure them that you teach them in relax, unstressed atmosphere;
2. Apply various methods and approaches in teaching. Cosider the students' situation and condition. If tiring situation, try to refresh them. Don't give teaching learning process directly. Invite them to sing, for example. You can also perform games. Not related but it will make them fresh and cheerful again;
3. Try to know what your students want from you. Learning English in Laboratory, Library, Classroom, Open area, personally, in pairs or groupically.
And last but not least, motivate the students to study whatever the subject is.
Be a good teacher, be a fun teacher.
