Buku...oh...Buku!
“.... Tidak semua buku yang saya beli sempat saya baca, bahkan kebanyakan belum sempat saya baca. Tetapi dengan adanya buku tersebut dalam koleksi, maka jika pada suatu waktu saya memerlukan informasi mengenai hal yang diuraikan dalam buku itu, saya tidak sukar mencarinya”. (Bukuku Kakiku, 2004: 11)
Sekembali dari kampus ITB, jam 14.30 saya mampir ke toko buku “Rumah Buku” di Jl. W. R. Supratman. Memang suasana di dalam toko agak berbeda dengan biasa, rasanya jumlah pengunjung lebih banyak. Saya amati buku-buku terbitan terbaru, kemudian buku-buku motivasi dan manajemen, lalu buku-buku agama. Dari serentetan buku terbaru, saya tidak menemukan buku yang dikehendaki otak saat ini. Kemudian ke deretan buku motivasi dan manajemen sama juga tidak ada buku yang menggerakkan otak saya untuk memilih, disamping beberapa buku telah saya miliki.
Nah, dikumpulan buku agama ternyata ada beberapa buku yang mampu membuat otak saya memerintah untuk memiliki. Satu diantarnya adalah Buku Pintar Agama Islam. Memang buku ini bukan buku baru alias terbitan 2007, hanya saja karena buku ini merupakan buku bestseller nasional akibatnya hingga saat ini sudah mengalami lima kali cetak ulang. Kenapa saya butuh buku ini sekarang? Pertama, di bulan suci Ramadhan ini saya ingin memiliki ilmu-ilmu baru tentang agama yang saya anut. Kedua, rasanya sekarang banyak waktu yang dapat dimanfaatkan untuk membaca.
Di deretan buku kesehatan saya temukan tiga buku yang memenuhi selera. Pertama, Stroke di Usia Muda. Kedua, Pikun di Usia Muda, dan ketiga Cara Mudah, Mengobati Asam Urat dan Hipertensi. Ketiga buku tersebut saya butuhkan untuk menambah wawasan perihal yang tercantum dalam judul buku. Jadilah saya membawa ketiga buku ini untuk segera dibayar.
Namun apa lacur, ternyata yang mau membayar buku mengantri, setidaknya ada 6-7 orang. Yang menarik adalah ketika saya sudah dekat untuk membayar, seorang gadis seumur 20 tahun memborong aneka novel dan buku lainnya. Setelah dihitung oleh kasir, gadis ini membayar tidak kurang dari Rp400.000. Wow! Dalam usia muda seperti ini dia sudah berani menyiapkan uang sekedar untuk memenuhi hasrat ruhaninya, membaca.
Dua wanita tepat di depan saya membincangkan bahwa minggu lalu dia sudah membeli buku-buku seharga Rp800.000. Akan tetapi hasrat membacanya belum terpenuhi maka sekarang dengan bilangan Rp500.000, dia kembali membeli buku-buku. Alangkah hebat wanita seusia 35-an tahun ini memenuhi minatnya sekaligus memperkaya otaknya dengan membaca.
Saya jadi berpikir inilah contoh manusia-manusia yang sudah kecanduan membaca. Mereka sadar bahwa tanpa membaca otaknya akan beku. Tanpa membaca saraf-saraf otaknya tidak berkembang alias otak orsinil terus. Betapa tidak, mereka siap mengeluarkan sebagian penghasilannya untuk menyengaja membeli buku. Entah berapa ratus judul buku yang telah mereka koleksi di rumah masing-masing. Apakah semua buku yang dibeli tersebut semua dibaca?
“Pak, silahkan” sang kasir memanggil saya untuk menyerahkan buku-buku yang terpilih. Setelah dihitung ternyata untuk keempat buku tersebut saya harus membayar Rp125.000. Oh ya? Terus terang dalam perhitungan cepat saya harus membayar sekira Rp150.000, jumlah ini saya hitung dari data harga yang tercantum di belakang buku setelah didiskon masing masing 15%. Ternyata diskonnya bertambah, ada yang 25%, bahkan Buku Pintar Agama Islam dipotong 30%. Luar biasa! Nyaris rerata 25% saya mengirit uang untuk mendapatkan serangkaian ilmu melalui ratusan ribu deret kata yang terkandung dalam buku-buku ini.
Kepuasanpun muncul. Saya harus luangkan waktu di bulan cuci ini. Selain tentunya yang utama buat beribadah mendekatkan diri ke hadapan Yang Maha Kuasa, Allah Swt. sediakan waktu buat melahap deretan makna yang terkandung dalam buku. Apakah semua buku yang saya beli ini pasti dibaca? Belum tentu. Tergantung dari substansi yang dibahas. Bila telah berhalaman kita membaca dan tidak bisa dihentikan pasti buku dimaksud mampu menggerakkan otak alias sarat makna. Atau bila baru beberapa halaman kita sudah mengernyitkan dahi dan ada perasaan yang tidak sreg antara judul dengan isi yang ada, pasti ditinggal. Sekalipun saya telah melakukan pemilihan terhadap buku yang mau dibeli. Lihat dan baca judul, ringkasan, endorsement (bila ada), biografi penulis, daftar isi, dan daftar pustaka.
Apakah buku-buku ini akan mengecoh saya? Saya pun tidak tahu. Karena sebelum saya baca buku-buku tersebut, keburu kebelet untuk segera menulis artikel ini. Dan harus tuntas sebelum adzan maghrib berkumandang.
- agushh's blog
- Silakan login atau daftar dulu untuk mengirim komentar
