Rela Berbagi Ikhlas Memberi

SMS di Pagi Hari (2)


By agushh - Posted on 19 Agustus 2011

 “Sy sangat setuju, 3 buku sy lahir dr kump artikel, diklpkan yg setema, bila ada yg kocak justru itu warna bk kita. Utk bk ke-5 sy tentukn tema dl br outline trus cari bk2 ref. Byk jln menuju ROMA hehe....”

Demikian jawaban untuk sms yang nampang pada tulisan SMS di Pagi Hari (1),http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2011/07/10/sms-di-pagi-hari-1/,  dibagian akhir artikel. Sudah saya ceritakan bahwa artikel yang dihasilkan begitu banyak saat itu. Lalu saya berpikir, “sayang sekali sebegini banyak artikel  tetapi tidak dinikmati orang banyak, bagaimana kalau dikemas dan ditata ulang menjadi sebuah atau beberapa buku.”
Kala itu saya belum memiliki buku hebat seperti Mengukir Kata Menata Kalimat (2007) dan Happy Writing (2010) yang keduanya ditulis oleh bang Andrias Harefa. Harefa? Ya, bang Andrias Harefa. Beliaulah yang dimaksud oleh kawan pe-sms “Sy pake jurus Harefa.” Semoga kawan-kawanpun tidak asing akan nama ini. Saya salah seorang penikmat buku-buku karyanya. Sekarang nyaris semua buku yang pernah ditulisnya saya miliki. Diawali dengan memiliki Menjadi Manusia Pembelajar (dibeli 4 April 2005) hingga buku ke-37 Mindset Therapy dan ke-38 Happy Writing di atas.
Siapa sebanarnya Andrias Harefa? Beliau adalah penulis beken buku-buku bestseller. Buku yang telah dihasilkan sampai Happy Writing adalah sebanyak 38 judul. Luar biasa! Hebat saya pernah berguru langsung mengenai kepenulisan ke beliau. Karena saya sempat berinteraksi dalam waktu yang lama, maka buku-buku karyanya saya sempatkan untuk ditandatangani beliau langsung—buku-buku beliau yang saya punya memiliki tanda tangan asli penulisnya lho!. Mantap kan sahabat? Jangan kaget juga, karena kedekatan kami bila ber-sms atau nelpon, saya panggil beliau dengan sapaan bang, alias bang Andrias Harefa.
Nah, sehubungan dengan sms di atas, saya pun “berselancar” membuka buku-buku beliau. Akhirnya saya merasa perlu mempersembahkan goresan beliau mengenai bagaimana strategi membuat buku? ”Kalau aku memikirnya mulai dari isu yang spesifik, sedikit saja. Kemudian aku coba membatasi satu gagasan satu artikel. Satu ide satu pesan. Ada sebagian buku yang hanya merupakan kumpulan tulisan, tidak pernah kurencanakan untuk jadi buku. Tapi setelah kulihat, aku bisa melihat sebuah benang merah, kemudian aku jahit ulang.” (Mengukir Kata Menata Kalimat:  2007).
Kawan, rasanya gagasan beliau sangat cocok buat sebagian besar kita. Saya sangat meyakini itu, setidaknya saya sudah membuktikan dengan tiga buah buku yang lahir dari “kecerdasan” memperkaya dan meremajakan aneka artikel.
Bila terdapat artikel kita yang bernuansa kocak justru inilah kekayaan buku kita (kawan-kawan bisa bacahttp://lifestyle.kompasiana.com/hobi/2011/06/05/buku-yang-menghibur/ ). Dengan adanya  tulisan kita yang bernuansa kocak tentu bakalan membuat pembacanya terhibur, nyantai, dan tidak tegang. Bukankah hal ini yang dibutuhkan pembaca buku, hiburan. Daripada memikirkan negara yang semakin memiriskan hati, baikan kita persembahkan kepada pecinta buku karya-karya yang menghibur. Manusia merasa terhibur bukan hanya mendengarkan lagu atau sekedar nonton film manun juga membaca buku.
Jadi, nah wahai sahabat pe-sms teruslah berkarya. Jangan pernah Anda membuang sebuah artikel sekalipun pernah ditolak oleh media cetak. Kumpulkanlah karena suatu waktu artikel ini akan menjadi sayap buat kita terbang.
“Iya sih. Brangkali MALAS sj yg membuat buku sy gak kelar2. Pak Agus bl FOKUS nulis bukux skira brp lama?”
Mau tahu jawabannya? Tunggu diepisode ke-3 tulisan ini hehehe.... Sabar ya?