Rela Berbagi Ikhlas Memberi

Tantangan bagi Pendidikan Karakter di Sekolah


By habibi - Posted on 19 Oktober 2011

             Pendidikan karakter di sekolah sekarang sedang trend sebab hampir semua mata pelajaran guru pengajar harus mencantumkan pendidikan karakter di mapel yang diampunya. Apa yang baru dari program ini, sebenarnya tidak ada yang baru kalau kita semua ingat dahulu ada yang namanya pendidikan budi pekerti. Hanya istilahnya saja yang beda namun essensinya sama.

            Pendidikan karakter tampaknya sangat mendesak seperti halnya pemadam kebakaran untuk mematikan api yang membakar dan menghanguskan bangunan yang terbakar. Hal ini baru disadari setelah era reformasi yang seharusnya kehidupan bangsa dan bernegara menjadi lebih baik ternyata jauh dari harapan. Kemunduran akhlak terjadi hampir di semua bidang korupsi semakin marak dan menggurita, kekerasan menjadi budaya, demokrasi menjadi tak terkendali jadinya anarkhi dan sebagainya. Di sekolah, pelajar yang seharusnya tugasnya belajar malah tawuran, penyalahgunaan narkoba, pornografi dan sebagainya yang cenderung negatif, itulah tampaknya yang jadi pemikiran kenapa pendidikan karakter harus diajarkan.

             Pertanyaannya. Apakah dengan pelaksanaan pendidikan karakter serta merta siswa di sekolah akan menjadi baik?

             Jawabnya, pasti tidak karena mendidik dan merubah karakter dibutuhkan waktu yang lama. apalagi kalau tidak didukung seluruh stakeholder dan komponen bangsa dan negara.

             Tantangan di sekolah.

Apa yang menjadi tantangan keberhasilan pendidikan karakter di sekolah? Kalau kita mau jujur sulitnya sekolah dalam penanaman pendidikan karakter karena tidak adanya:

1. Keteladanan dari tokoh, pemimpin yang seharusnya menjadi contoh yang baik tetapi mereka melakukan                   perbuatan dan tindakan yang tidak terpuji seperti korupsi, kekerasan, dsb

2. Pewarisan nilai yang baik dari para tokoh dan pemimpin baik di eksekutif, legislatif dan yudikatif.

3.Pengaruh media dimana tayangan-tayangan yang dikemas kurang mendukung program pendidikan karakter.

   Akhirnya kita hanya bisa berharap bahwa pendidikan karakter bukan hanya tugas dari para guru saja tetapi menjadi tugas bersama baik orang tua, tokoh masyarakat, dan pemimpin. Pepatah mengatakan "Satu teladan lebih baik dari seribu nasehat".

 

 

 

 

 

 

Tatosuroto
User offline. Last seen 1 pekan 3 hari ago. Offline
Joined: 27/07/2009

Ya itu benar sekali, termasuk harus ada contoh yang baik dari kita sebagai pendidik, yang selama kurang lebih 7 jam selalu berada di samping siswa dan kita juga yang mengharapkan perubahan pada diri siswa, siapkah kita?