Ujian Nasional 2013
Ujian Nasional Tahun 2013
Departemen Pendidikan Nasional dalam hal ini Menteri Pendidikan Nasional akan sangat antusias dalam penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun 2013, pasalnya Ujian Nasional ini akan di langsungkan dengan sistem yang lama akan tetapi ada beberapa wacana perubahan diantaranya :
- Bahwa Jumlah paket soal UN tahun 2013 berjumlah 20 paket dengan tujuan untuk menjaga kredibilitas dan mutu/kualitas UN agar meningkat secara signifikan.
- Wacana Pelaksanaan UN 2013 tanpa pengawas ruang ujian perlu mendapatkan masukan dari beberapa pihak diantaranya ; Dewan Pendidikan NAsional, BSNP, dan instansi terkait terutama pihak civitas akademika/perguruan tinggi.
Untuk itu harapan dari sekolah sebagai ujung tombak penyelenggaraan UN 2013, masih mengharapkan kepada panitia penyelenggara UN ditingkat sekolah terus berlaku dan memberlakukannya dengan profesional.agar pelaksanaan UN 2013 tidaklah sekedar jalan...tapi ruhnya harus benar-benar jujur agar pemetaan kompetensi terukur.demiian terima kasih..
- SMA ATTAUFIQ's blog
- Silakan login atau daftar dulu untuk mengirim komentar
semoga benar adanya bahwa selama ini UN yang menjadi mesin politik pejabat daerah untuk mencari populeritas melalui sikap yang tidak jujur
Ujian Nasioanal, sebenarnya sangat bagus apabila memang jujur, ketidakjujuran disebabkan karena masing masing sekolah akan malu kalau sekolahnya gagal total, sehingga akan kehilangan murid baru, alias tidak dipercaya sehingga mereka mencari jalan bagaimana supaya soal dapat dibocorkan secara sembunyi sembunyi, ini terlihat anak anak sudah punya jawaban sebelum masuk kelas dan jawabannya memang 80 s.d 90% cocok. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan masih belum percaya jika hal tsb memang terjadi. Langkah yang paling tepat adalah Janganlah UN jangan dijadikan kelulusan sehingga pemetaan sekolah benar adanya( asli ) tidak palsu. karena sungguh mustahil siswa yang dalam PSB saja sudah disaring ( tinggal IQ ampasnya), memperoleh nilai sama atau lebih baik dari sekolah yg bertaraf Nasional atau internasional kalau nggak bocor. yang paling berat adalah Pengawas ruangan harus diam seribu bahasa terhadap peserta UN walaupun bawa HP, contekan dll. selama 2 jam. ingin tahu silahkan datang saat ujian di daerah pinggiran.
Jika UN tidak dijadikan acuan kelulusan, apakah tidak mungkin cukup banyak sekolah berbondong-bondong meluluskan semua siswanya?
Fakta nilai UN siswa di sekolah tidak menunjukkan objektifitas, justru siswa yang bermasalah dan siswa dengan kompetensi rendah di kelas... pada ujian Nasional mendapat nilai terbaik di sekolahnya. Unsur kemujuran sangat berlaku, namun bila pihak sekolah yang menjadi acuan kelulusan bisa jadi anak tersebut bermasalah pada kemampuan kognitif, afektif dan psikomotoriknya.
pendidikan terus mengalami perubahan untuk mencari formula baru dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Pelaksanaan UN perlu terus dibenahi. SUKSES PENDIDIKAN INDONESIA.
Pendidikan itu seharusnya mudah, sederhana, kompetibel dan kredibel. Tapi mengapa kita tidak bisa menerima apa realitas yang ada. Sebenarnya nilai itu untuk apa? Berapa nilai yang dianggap baik? Standarnya apa? Nilai sebenarnya untuk membandingkan kemampuan seseorang dengan orang lain, sehingga ketika seseorang dibutuhkan dalam suatu bidang harapannya orang tersebut paling baik dari yang lainnya. UN telah berjalan sekian lama dengan berbagai variasi dan inovasinya. Apapun yang dipilih komitmen yang kuat, kesediaan menerima realitas dan kepercayaan pada kemampuan diri, insyaallah yang akan menentukan mutu pendidikan kita.
Semuanya bagus kok.....
pendidikan = Pembelajaran kan....belajar untuk berubah....dan...berubah untuk untuk mau sll belajar.....BINGUNG..? ojo ah...!!
Bagus, pelaksanaa UN selalu di inovasi tuk menagatsi segala kecuranag di berbagai celah, smg kan terlaksana dengan baik. smg Indonesia bener2 jujur!
Sebenarnya sudah ada contoh yang bagus dari penyelenggaraan Ujian SMNPTN, mengapa tes masuk perguruan tinggi itu tidak bocor dan pelaksanaannya cukup profesional. Kalau memang perlu, serahkan UN ini ke panitia-panitia lokal seperti halnya pelaksanaan tes masuk perguruan tinggi tersebut di atas
Yg lucu sdh nyata2 bocor tapi masih berkelit bahwa itu kunci palsu. Soalnya sdh diintervensi oleh kepentingan politik. Yg berani mengungkap kecurangan akan jadi korban.
Itulah Indonesiana, bagi sekolah-sekolah, Kabupaten/ Kota dan Provinsi yang jujur dan objektif dalam UN selalu peringkatnya di bawah. Dan sementara ada oknum sekolah, oknum pejabat daerah merasa bangga dan senang apabila daerahnya menjadi peringkat pertama dalam UN tanpa melihat apakah UN dilaksanakan secara jujur atau tidak. Kedepannya semoga UN semakin transparan, objektif, penuh tanggungjawab, tidak curang secara individu dan jamaah.
UN bisa dikatakan jujur apabila:
1. soal 20 paket (tahun ini dimulai)
2. gunakan unsur Perguruan Tinggi untuk menjadi pengawas ruang ujian (guru tidak dilibatkan dalam mengawas ruang ujian)
3. pokja diawasi penuh oleh pihak kepolisian dan independen
4. pengawasan penuh di provinsi ketika pemeriksaan LJK, hal ini untuk menghindari main mata antara operator/panitia pemeriksa LJK dengan berbagai pihak (sekolah, kepala dinas, kepala kanwil dan lain lain)
semoga tahun ini betul betul mengedapankan kejujuran
amin..
semoga dengan 20 paket ujian nasional semua para siswa - siswi diindonesia bisa menjawabnya,dan lulus amin:)
ujian nasional sangat penting...karena dengan ujian nasional dapat diuji kemampuan anak dan kemampuan sekolah serta guru .. dengan UN 20 paket mudah-mudahan semua itu dapat terlihat. sbb selama ini seperti anak-anak lulus 100% terus kalau Un nilai anak sangat tingg-tinggi ,baik di sekolah unggulan ataupun di sekolah yg bukan unggulan nilai anaknya merata. sehingga tidak dapat dlihat perbedaan sekolah.,jd dengan sistem baru sy berharap mudahan kemampuan semua unit sekolah dapat dilihat....
mau diatur bagaimanapun mau dijaga seberapa ketatpun Ujian Nasional tidak akan kredibel tanpa adanya kemauan bersama menjunjung tinggi kejujuran. 20 set soal per ruang juga sia-sia karena masih bisa diakali karena selama ini bocoran berupa kunci soal yang harus dihafalkan oleh peserta. Kalau pola pembagian soal sudah diatur sebelumnya dan ikut bocor maka peserta dapat tahu kode soal yang akan dikerjakan ya sudah bocoran bisa dipakai dengan mudah ....
Mohon informasi untuk POS dan SKL UN 2012/2013
terima kasih
siipzzzzzz
Tau ayam mau bertelur?.....memeti/masih bingung cari tempat tuk bertelur tidak ketemu-ketemu tempat yang cocok, padahal di Indonesia ini banyak sekali Prof2 dalam bidang pendidikan, tapi kok sampai hari ini belum menemukan ramuan/formasi yang tepat ya?
Intinya Pendidikan di Indonesia BELUM MENEMUKAN JATI DIRINYA SAMPAI HARI INI, Entahlah sampai kapan????????????
Kalau memang benar soal UN 2012/2013 akan menggunakan 20 paket utk setiap ruangan dan tanpa pengawas ruangan kami mohon kepada BSNP agar mengeluarkan POS dan SKL disertai Kisi-Kisi UN 2012/2013 setiap mapel diterbitkan dan disebarkan ke semua kab/kota yg ada di Indonesia spy guru-guru yg mengajar di kelas akhir pada setiap atuan Pendidikan mempunyai acuan dlm pembelajaran .
Semakin disiasati terbentuknya kepribadian yang jujur disekolah sebagai bagian pendidikan karakter, semakin gila ketidakjujuran terjadi dimasyarakat sebagai tantangan pendidikan karakter. Contgoh: Guru: Anak-anak! korupsi itu tidak baik, merugikan orang lain dan merugikan negara. Siswa : Pak guru kalau kami tamat sekolah mau cari pekerjaan (PNS) harus bayar uang pelicin, seperti kakak-kakak kami yang sudah tamat SMA, PT itu udah kerja sebagai PNS bayar uang dulu atau kalau tidak orangtua harus masuk TIM Sukses bupati.
Oke-oke saja mensiasati kejujuran dalam pelaksanaan UN... sampai kapan, kalau praktek di lapangan begitu transparant akan ketidakjujuran berbagai kalangan dinegara ini?
Semakin disiasati terbentuknya kepribadian yang jujur disekolah sebagai bagian pendidikan karakter, semakin gila ketidakjujuran terjadi dimasyarakat sebagai tantangan pendidikan karakter. Contoh: Guru: Anak-anak! korupsi itu tidak baik, merugikan orang lain dan merugikan negara. Siswa : Pak guru kalau kami tamat sekolah mau cari pekerjaan (PNS) harus bayar uang pelicin, seperti kakak-kakak kami yang sudah tamat SMA, PT itu udah kerja sebagai PNS bayar uang dulu atau kalau tidak orangtua harus masuk TIM Sukses bupati.
Oke-oke saja mensiasati kejujuran dalam pelaksanaan UN... sampai kapan, kalau praktek di lapangan begitu transparant akan ketidakjujuran berbagai kalangan dinegara ini?
Jika Un dilaksanakan dengan menggunakan 20 paket tiap kelas, saya setuju dan sangat setuju, tetapi harus benar benar jujur pelaksanaannya, karena ada saja indikasi ketidakjujuran sekolah dan mereka menyiasatinya dengan berbagai cara agar anak didiknya lulus 100 persen karena ini akan berdampak pada PPDB berikutnya. Sekolah yang anak didiknya tidak lulus banyak akan ditinggalkan oleh orang tua dalam kata lain tidak akan menyekolahkan di sekolah tersebut.
Saya optimis pemerintah mengambil jalan terbaik untuk memajukan pendidikan di negara yang kita cintai
Jadikan hasil un untuk kebutuhan siswa, jangan untuk kepentingan pemangku / pejabat yang hanya menikmati sesaat. Hasil un akan mengarahkan siswa kemana jalan yang benar sesuai dengan hasil yang diperolehnya. Hasil un bukan kuhp yang dapat dipakai menjuges siswa. Paket soal boleh berapa pun jumlahnya yang penting digunakan untuk kebutuhan siswa. Salam
Semua kebijakan pemerintah kontennya baik maksudnya sesuai dengan peraturan yang ada walaupun tidak 100 % sesuai dengan kondisi yang riil. Maksud positif perlu kita dukung karena ini adalah ibadah dan kita semuanya harus saling mengingatkan kepada kebaikan. Pemerintah sebagai pembuat kebijakan biasanya mengharapkan dilaksanakan sesuai juklak yang ada walaupun dilapangan bisa ada deviasi atau sedikit menyimpang tetapi masih dalam batas toleransi yang diperbolehkan,dan secara politis pemerintah sangat berkepentingan untuk mengamankan kebijakan-kebijakan yang sudah dibuat dan dilaksanakan. Bagi para pejabat dibawah menteri pendidikan dan kebudayaan termasuk para kepala sekolah dan guru negeri harus mengikuti aturan dan kebijakan yang sudah digariskan, karena mereka semuanya mendapat penghasilan setiap bulan dari pemerintah dan sudah disumpah pada saat masuk menjadi Pegawai Negeri Sipil. Tetapi bagi sekolah swasta berbeda dengan sekolah negeri,karena kepala sekolah dan guru sekolah swasta diberi penghasilan oleh Yayasan yang dananya berasal dari orang tua siswa. Tetapi untuk pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia dituntut harus meningkat antara sekolah negeri dan swasta melalui Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan Dosen dan Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang guru. Sebagai konsekwensinya pemerintah membuat kebijakan diantaranya adalah memberikan tunjangan sertifikasi guru,baik guru negeri maupun guru swasta yang dananya diambil dari APBN. Marilah kita semua berdoa semoga pendidikan di Indonesia bermanfaat di Dunia dan Akherat. Amin
kalau kita menginginkan mutu pendidikan berkualitas hendaklah semua yang terlibat dalam pendidikan berlaku jujur berikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja sendiri
sebenarnya kebijakan ujian nasional yang baik itu tergantung dari karakter penyelenggara, peserta, maupun penanggung jawabnya. Biarpun dibikin sesulit apapun untuk menghindari kecurangan, karena sudah berkarakter kurang baik, selalu akan mencari upaya untuk melakukan perbuatan krang baik tersebut. Ingat kejujuran harus kita kedepankan kalau kita ingin menjadi bangsa yang bertanggung jawab dan bermartabat.
pada ujian nasional 2012 sudah dibuat pakta integritas, sekarang ujian nasional 2013 dibuat 20 paket soal,hanya untuk menghindari penyimpangan ujian,tetapi saya yakin semua itu tidak akan berhasil. agar tidak terjadi penyimpangan ujian maka bagusnya penentuan kelulusan siswa 100% di tangan sekolah.
Amin.kata orang bijak jujur berbagai pihak masih sangat diperlukan.MENERIMA kekurangan itu baik, berbuat, bertindak,mengurangi kekurangan dan meningkatkan kemampuan itu lebih baik.Sistem,pelaksana,pelaksanaan, materi,kisi-kisi, butir soal, UN ,perlu dikaji ulang,disesuaikan kondisi daerah.Semoga generasi yang diciptakan melalui un menjadi manusia taqwa,beriman, cerdas.Tujuan pendidikan nasional, dan pencitaan manusia indonesia tercapai maksimal amin.
Mungkin bagi mentri sih enak aja, tapi bagi saya dan sebagian guru yang merasa selama ini ditekan oleh pihak tertentu agar curang itu masalah. UN menurut saya hanya membuat kami guru menjadi munafik yang berkepanjangan. maaf jika pemikiran saya berbeda
Mungkin bagi mentri sih enak aja, tapi bagi saya dan sebagian guru yang merasa selama ini ditekan oleh pihak tertentu agar curang itu masalah. UN menurut saya hanya membuat kami guru menjadi munafik yang berkepanjangan. maaf jika pemikiran saya berbeda
bagaimana dengan 2 tahun kedepan zaa? apakah masih begini ?
mudah mudahan tidak terjadi kecuranag pelaksanaan un 2013
semoga UN kali ini jauh dari kepentingan politik, sehingga tujuan dari pelaksanaannya UN itu sendiri dapat tercapai.
Selama pelaksanaan UN ada intervensi politik, maka hasilnya masih jauh dari harapan.
komen lagi ya.... saya hanyalah satu dari korban guru yang mau jujur dalam UN sayang hal itu dianggap sebagai suatu ketidak loyalan guru terhadap program pemerintah.... salam buat pak mantri eh menteri....
Selama UN menjadi PENENTU KELULUSAN, apapun teknik dan bentuknya, tetap saja sekolah[guru] yang menjadi korban....
Kualitas pendidikan tidak dapat dilihat dari NILAI AKHIR siswa, selama nilai tersebut BIAS, "masa nilai sekolah, diusahakan diatas 8,00 ya......, bila perlu 10,00 juga boleh lah, yang penting nilai akhir LULUS, OK !!!"
Wah wah wah..... apalah arti nilai 6,00 dibanding 8,00 kalo sudah begini ???
Komen lagi ya.....Saya mau jujur nih?
Kalau boleh, pelaksanaan ujian Nasional pada tahun 2013 tidak terjadi kecurangan.karena beberapa tahun kemarin Pelaksanaan UN Selalu saja terjadi kecurangan.......ZZZZZZ.JUJUR ITU PENTING LHO!
Kalau gak ada pengawas ruang,.... terus yang membagi soal siapa?
guru menyiap kan soal dan lembar jawaban di atas meja
dan siswa mengambil secara jujur ....
dengan pengawasan cctv ....
(saya anggota baru saya ingin pintar tolong solusi dari snior-snior saya in)
Bismilahirohmanirohim segera laksanakan jangan ragu 20 paket pengawas ruang silang guru SMA dengan guru MA atau Mahasiswa biar benar-benar jujur, tidak ada lagi kebocoran yang terus menerus...............
tolong kami kirimi juknis Un 2103
melu wae lah mas.... kados pundi kersonipun pak menteri
kenapa mesti diadakan UN? kenapa gak kaya dulu aja, kita ini bukan Amerika
kita berbeda kultur dengan Amerika
Saya sangat mendukung untuk un 2013 menggunakan 20 paket yang betul-betul berbeda. Namun saya lebih setuju lagi kalo modelnya seperti tes SNMPTN. Mulai dari pembuat soal, percetakan sampai ke ruang tes benar-benar dijamin kerahasiaanya. Selama ini ujian belum dimulai anak-anak sudah bawa kuncinya. Terlepas itu benar kunci jawaban dan dari mana asalnya tetapi itu kenyataan di lapangan. Karena menurut saya sukses tidaknya UN tetgantung dari kejujuran. Oleh karena itu dalam proses pembuatan soal dari penulis naskah soal sampai dengan guru di sekolah termasuk pendistribusiannya harus betul-betul dijaga kerahasiaannya. Dan juga dibuatkan peraturannya apabila ada yang membocorkan harus diberi sangsi yang cukup berat dan kalau perlu didenda, agar orang kalau akan berbuat tidak jujur berfikir 1000 kali.
Terimakasih mudah-mudahan bermanfaat. Amien 3x
Mohon maaf, apakah berita diatas perlu diralat, seingat saya: Departemen sekarang diganti Kementrian dan Diknas juga diganti dengan Dikbud
Jadi menurut pendapat saya Departemen Pendidikan Nasional sekarang diganti menjadi KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN. Sekali lagi mohon maaf atas koreksi saya, karena PSB SMA ini dibaca banyak orang.
UN sepertinya menekankan hasil akhir, proses?????????
semoga UN tahun 2013 ini benar - benar terselenggara dengan lancar dan kalau bisa pula semua lulus 100% dengan nilai yang memuaskan,.,.,.,
amin,.,.,.
bila keluar daftar,tata tertib,panduan, UN tolong beri kabar yaa.
agar panitia UN nanti lebih mudah dalam bekerja
- 1
- 2
- berikutnya
- akhir
Semoga Ini menjadi koreksi dan masukann kepada semua pemangku kebijakan terutama Dinas Pendidikan terkait