Guru efektif VS Guru efesien
Memahami guru yang efektif dan guru yang efesien.
Sering kali kita jumpai ada bapak ibu guru mengajarnya aktif , rajin, dan paling sibuk tapi banyak nilai siswanya yang jelek atau tidak mencapai ketuntasan. Anehnya mereka merasa sebagai guru yang paling baik dan paling layak mendapat imbalan yang tinggi. Bahkan tidak sedikit kepala sekolah yang menilai aktifitas sebagai tolak ukur prestasi dan bukan produktifitas.
Jam kerja dan jam tambahan dijadikan peluang bagi orang orang untuk memperlihatkan aktifitas dan dijadikan sebagai arena show bisnis..
Oleh karena itu kita perlu memahami perbedaan antara efisien dan efektif ,
Efektitas menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah dapat membawa hasil atau berhasil guna. Sedangkan efesiensi adalah ketepatan cara dalam menjalankan sesuatu dengan tidak membuang waktu,tenaga dan biaya.
Efektivitas adalah pencapaian tujuan secara tepat atau memilih tujuan-tujuan yang tepat dari serangkaian alternatif atau pilihan cara dan menentukan pilihan dari beberapa pilihan lainnya. Efektifitas bisa juga diartikan sebagai pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan. Sebagai contoh jika sebuah tugas dapat selesai dengan pemilihan cara-cara yang sudah ditentukan, maka cara tersebut adalah benar atau efektif.
Sedangkan efisiensi adalah penggunaan sumber daya secara minimum guna pencapaian hasil yang optimum.Efisiensi menganggap bahwa tujuan-tujuan yang benar telah ditentukan dan berusaha untuk mencari cara-cara yang paling baik untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.Efisiensi hanya dapat dievaluasi dengan penilaian-penilaian relatif, membandingkan antara masukan dan keluaran yang diterima. Sebagai contoh untuk menyelesaikan sebuah tugas, cara A membutuhkan waktu 1 jam sedang cara B membutuhkan waktu 2 jam, maka cara A lebih efisien dari cara B. Dengan kata lain tugas tersebut dapat selesai menggunakan cara dengan benar atau efisiensi.
Efektifitas adalah melakukan tugas yang benar sedangkan efisiensi adalah melakukan tugas dengan benar.Penyelesaian yang efektif belum tentu efisien begitu juga sebaliknya.Yang efektif bisa saja membutuhkan sumber daya yang sangat besar sedangkan yang efisien barangkali memakan waktu yang lama.Sehingga sebisa mungkin efektivitas dan efisiensi bisa mencapai tingkat optimum untuk kedua-duanya.
Oleh karena itu Seorang Guru selalu dituntut untuk memperbaiki metode dan strategi belajar mengajarnya di dalam kelas, yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan latar belakang peserta didiknya. Sehingga guru senantiasa mengembangkan kompetensi dan kemampuannya dalam mengajar, baik dengan membaca buku maupun dengan mengikuti seminar atau pelatihan – pelatihan, Agar usaha yang dilakukan tidak sia sia.
- hono's blog
- Silakan login atau daftar dulu untuk mengirim komentar
guru efektif ia mampu menghidupkan suasana kelas, dan juga membuat suasana KBM lebih menarik, ia juga aktif menemukan metode metode baru, agar materi yang diajarkan bisa diserap dengan baik oleh anak didik
semoga semua pendidik sadar akan kekuranganya, dan mau memperbaiki kesalahan yang dilakukan selama ini hingga materi yang disajikan dapat diterima oleh peserta didik, Amiiiiiin!
metode yang pas adalah metode yang peserta didik bisa mengalami langsung di kehidupan sehari-hari.
Sangat setuju, dengan catatan seorang guru bisa mengukur efektifitas dan efisiensi tugasnya apabila guru tersebut menguasai materi yang diampunya serta memiliki ilmu pedagogis yang memadai. Sayang disebagian kasus ditemukan guru yang tidak memiliki keduanya dalam totalitas dirinya dan tak terbina dengan tepat semasa menjalankan tugasnya. Karena itu diperlukan kadinas pendidikan setempat yang menguasai permasalahan pendidikan bukan sekedar menguasai birokrasi yang diharapkan berimplikasi ke kasub, kepala sekolah dan waka ur. Kurikulum, serta guru sebagai ujung tombak keberhasilan pendidikan.

setuju sekali apa yang telah dibeberkan oleh bpk. hono, sekarang ini dibutuhkan metode yang benar2 ampuh dalam pembelajaran, sedangkan metode yang ada mungkin efektive tapi tidak efesien, karena untuk melaksanakan pembelajran metode tertentu misalnya jig saw modifikasi, untuk persiapannya saja membutuhkan 15 menit bahkan lesbih lucunya kita seakan akan belum mengajar padalah itu disenangi oleh anak. Untuk itu perlu lagi dikembangkan model2 pembelajaran termasuk PAIKEM, tapi lagi2 kita berpedoman pada target terutama untuk persiapan UAN, nah disini permasalahannya. Untuk itu mari kita guru pandai2pandai menyiasati agar kata efektip dan efesien menjadi patokan kita dalam proses belajar mengajar. terima kasih