Rela Berbagi Ikhlas Memberi

Kecemasan Menjelang UN


By Marsito - Posted on 17 Maret 2010

Ujian Nasional, menjadi issue yang hangat untuk disimak dan diperbincangkan, mulai dari proses yang panjang (3 kali Permendiknas tentang UN direvisi) sampai pada pelaksanaan UN yang sudah semakin mendekat. Seluruh unsur yang terlibat dalam proses pendidikan mulai was-was, akankah ada hambatan dalam pelaksanaan UN nantinya, atau berjalan lancar dan "mendulang sukses" tapi banyak issue di dalamnya, atau bahkan gagal sama sekali baik hasil maupun proses ? Semua itu sangat terkait dengan komitmen dari segenap pengelola pendidikan termasuk di dalamnya masyarakat. UN sudah dipersiapkan sejak jauh hari, namun hambatan sangat mungkin terjadi. Lima hari menjelang UN, berbagai issue muncul yang senantiasa menghantui calon peserta UN yang bahkan dapat menggoyahkan keyakinannya akan keberhasilan yang diraih secara terhormat bagi anak-anak yang memang mempersiapkan dirinya dengan sangat baik. Sedangkan bagi sebagian anak yang memang kurang dalam persiapan, tentunya ini dianggap sebagai solusi bagi dirinya dan merupakan jembatan "meraih sukses UN", walau dengan cara yang tidak terhormat. Pertanyaannya mengapa issue miring soal UN ini begitu menguat, apakah kepengawasan terhadap proses ( persiapan sampai pelaksanaan) yang dijanjikan tidak dapat terjaga dengan baik, atau memang semua itu hanya sebatas issue belaka dengan harapan dapat mendulang keuntungan dari kisruhnya pelaksanaan UN itu sendiri ? Sebagai seorang yang memegang komitmen dalam pendidikan sudah seharusnya kita "meluruskan" segala sesuatu yang membelokkan tujuan UN. Mari bersama-sama ikut andil dalam pengawasan UN di lingkungan terdekat kita masing-masing. Semoga hasil Un dapat merepresentasikan kualitas pendidikan di Indonesia.