PILAR PENDIDIKAN ANAK & PERSONALITY/KEPRIBADIAN
===========================================================================================
PILAR PENDIDIKAN ANAK
============================================================================================
Prinsip Pendidikan Anak
Menurut Doroty Law Noltre anak belajar dari apa yang mereka alami dan saksikan bila anak :
1. Sering dikritik maka ia belajar untuk mengumpat
2. Sering dikasari maka ia belajar untuk berkelahi
3. Sering diejek maka ia belajar untuk menjadi rendah diri
4. Sering dipermalukan ia belajar untuk merasa untuk selalu bersalah
5. Sering dimaklumi ia belajar untuk menjadi bersabar
6. Sering disemangati ia belajar untuk menghargai
7. Mendapatkan haknya ia belajar bertindak adil
8. Merasa aman ia belajar percaya
9. Mendapatkan pengakuan ia belajar menyukai dirinya
10. Diterima dan diakrabi ia akan menemukan cinta
Penyebab anak Nakal :
1. Memberikan segala yang dia inginkan
2. Menganggap lucu atas segala kata-kata kotor
3. Tidak memberi pendidikan ruhiyah
4. Tidak pernah mengatakan salah
5. Membiarkan berbohong
6. Membiarkan membaca apa saja
7. Orang tua yang sering bertengkar dihadapan anak
Psikolog humanistik mencoba untuk melihat kehidupan manusia sebagaimana manusia melihat kehidupan mereka. Mereka cenderung untuk berpegang pada prespektif optimistik tentang sifat alamiah manusia. Mereka berfokus pada kemampuan manusia untuk berfikir secara sadar dan rasional untuk dalam mengendalikan hasrat biologisnya, serta dalam meraih potensi maksimal mereka. Dalam pandangan humanistik, manusia bertanggung jawab terhadap hidup dan perbuatannya serta mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk mengubah sikap dan perilaku mereka.
Menurut Teori humanistik, tujuan belajar adalah untuk memanusiakan manusia. proses belajar dianggap berhasil jika si pelajar memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Siswa dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambat laun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya. Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya. Tujuan utama para pendidik adalah membantu si siswa untuk mengembangkan dirinya, yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada dalam diri mereka. Para ahli humanistik melihat adanya dua bagian pada proses belajar, ialah : Proses pemerolehan informasi baru, Proses informasi ini pada individu.
Menurut Arthur Combs ( 1912-1999) Bersama dengan Donald Snygg (1904-1967) mereka mencurahkan banyak perhatian pada dunia pendidikan. Meaning (makna atau arti) adalah konsep dasar yang sering digunakan. Belajar terjadi bila mempunyai arti bagi individu. Guru tidak bisa memaksakan materi yang tidak disukai atau tidak relevan dengan kehidupan mereka. Anak tidak bisa matematika atau sejarah bukan karena bodoh tetapi karena mereka enggan dan terpaksa dan merasa sebenarnya tidak ada alasan penting mereka harus mempelajarinya. Perilaku buruk itu sebenarnya tak lain hanyalah dati ketidakmampuan seseorang untuk melakukan sesuatu yang tidak akan memberikan kepuasan baginya.
Untuk itu guru harus memahami perlaku siswa dengan mencoba memahami dunia persepsi siswa tersebut sehingga apabila ingin merubah perilakunya, guru harus berusaha merubah keyakinan atau pandangan siswa yang ada. Perilaku internal membedakan seseorang dari yang lain. Combs berpendapat bahwa banyak guru membuat kesalahan dengan berasumsi bahwa siswa mau belajar apabila materi pelajarannya disusun dan disajikan sebagaimana mestinya. Padahal arti tidaklah menyatu pada materi pelajaran itu. Sehingga yang penting ialah bagaimana membawa si siswa untuk memperoleh arti bagi pribadinya dari materi pelajaran tersebut dan menghubungkannya dengan kehidupannya. Combs memberikan lukisan persepsi diri dan dunia seseorang seperti dua lingkaran (besar dan kecil) yang bertitik pusat pada satu. Lingkaran kecil (1) adalah gambaran dari persepsi diri dan lingkungan besar (2) adalah persepsi dunia. Makin jauh peristiwa-peristiwa itu dari persepsi diri makin berkurang pengaruhnya terhadap perilakunya. Jadi, hal-hal yang mempunyai sedikit hubungan dengan diri, makin mudah hal itu terlupakan.
Menurut Carl Rogers ( 1902 ) , Rogers membedakan dua tipe belajar, yaitu: Kognitif (kebermaknaan) dan experiential ( pengalaman atau signifikansi)
Guru menghubungan pengetahuan akademik ke dalam pengetahuan terpakai seperti memperlajari mesin dengan tujuan untuk memperbaikai mobil. Experiential Learning menunjuk pada pemenuhan kebutuhan dan keinginan siswa. Kualitas belajar experiential learning mencakup : keterlibatan siswa secara personal, berinisiatif, evaluasi oleh siswa sendiri, dan adanya efek yang membekas pada siswa. Menurut Rogers yang terpenting dalam proses pembelajaran adalah pentingnya guru memperhatikan prinsip pendidikan dan pembelajaran, yaitu:
1. Menjadi manusia berarti memiliki kekuatan yang wajar untuk belajar. Siswa tidak harus belajar tentang hal-hal
yang tidak ada artinya.
2. Siswa akan mempelajari hal-hal yang bermakna bagi dirinya. Pengorganisasian bahan pelajaran berarti
mengorganisasikan bahan dan ide baru sebagai bagian yang bermakna bagi siswa
3. Pengorganisasian bahan pengajaran berarti mengorganisasikan bahan dan ide baru sebagai bagian yang
bermakna bagi siswa.
4. Belajar yang bermakna dalam masyarakat modern berarti belajar tentang proses.
Dari bukunya Freedom To Learn, ia menunjukkan sejumlah prinsip-prinsip dasar humanistik yang penting diantaranya ialah :
a. Manusia itu mempunyai kemampuan belajar secara alami.
b. Belajar yang signifikan terjadi apabila materi pelajaran dirasakan murid mempunyai relevansi dengan maksud-
maksud sendiri.
c. Belajar yang menyangkut perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya sendiri diangap mengancam dan
cenderung untuk ditolaknya.
d. Tugas-tugas belajar yang mengancam diri ialah lebih mudah dirasakan dan diasimilasikan apabila ancaman-
ancaman dari luar itu semakin kecil.
e. Apabila ancaman terhadap diri siswa rendah, pengalaman dapat diperoleh dengan berbagai cara yang
berbeda-beda dan terjadilah proses belajar.
f. Belajar yang bermakna diperoleh siswa dengan melakukannya.
g. Belajar diperlancar bilamana siswa dilibatkan dalam proses belajar dan ikut bertanggungjawab terhadap proses
belajar itu.
h. Belajar inisiatif sendiri yang melibatkan pribadi siswa seutuhnya, baik perasaan maupun intelek, merupakan
cara yang dapat memberikan hasil yang mendalam dan lestari.
i. Kepercayaan terhadap diri sendiri, kemerdekaan, kreativitas, lebih mudah dicapai terutama jika siswa
dibiasakan untuk mawas diri dan mengritik dirinya sendiri dan penilaian dari orang lain merupakan cara kedua
yang penting.
j. Belajar yang paling berguna secara sosial di dalam dunia modern ini adalah belajar mengenai proses belajar,
suatu keterbukaan yang terus menerus terhadap pengalaman dan penyatuannya ke dalam diri sendiri mengenai
proses perubahan itu.
============================================================================================
PERSONALITY / KEPRIBADIAN
By : Dra. Neng Nurhemah, M.Pd
============================================================================================
Menurut Hans Eysenck dalam psychology and life, The five –factor model in psychology and life “that five factors, which overlap imperfectly with Eysenck’s three dimensions, best characteristize personality structure (wiggins and Pincus 1992). although these five factors are not accepted by all personality researcher.”
Kepribadian hanya berasal dari tiga sumber diantaranya, Extraversion yaitu meliputi keadaan internal dan eksternal, neuroticism yaitu keadaan emosi yang stabil dengan emosi yang tidak stabil, dan yang terakhir psichoticism yaitu baik hati dan penuh perhatian versus agresif dan antisosial kepribadian hanya berasal dari tiga sumber diantaranya, Extraversion yaitu meliputi keadaan internal dan eksternal, neuroticism yaitu keadaan emosi yang stabil dengan emosi yang tidak stabil, dan yang terakhir psichoticism yaitu baik hati dan penuh perhatian versus agresif dan antisocial.
Telah banyak penelitian-penelitian yang mendukung teori-teori Eysenck. Namun dalam beberapa tahun terakhir telah muncul suatu konsensus dari lima fanctors, yang tumpang tindih dan tidak sempurna dibandingkan tiga dimensi dari Esenck. walaupun demikian factor lima tersebut tidak diterima oleh para peneliti yang meneliti kepribadian, mereka mengetahui. Lima model tersebut diantaranya:
Factor Bipolar definiions
1. Extraversion, Aktif berbicara, enerjik, tegas, dengan diam,
2. Agreeableness, Simpatik, baik hati,kejam,
3. Conscientiousness, Bertanggung jawab, tidak bertanggung jawab
4. Neuroticism, Stabil, tenang, kwahatir, temperamental
5. Openness to experience, Kreatif, intelek, pikirannya terbuka, simpel
BENTUK DAN SIFAT DARI TEORI PERSONALITI
Ada dua pendekatan lama yang menjelaskan pengklasifikasian perbedaan kepribadian setiap orang yang dilihat dari bentuknya, dan juga dilihat dari sifatnya. Ada kecenderungan yang bersifat alami bagi setiap orang yang tinggal didaerahnya sendiri dan memiliki perilaku yang berbeda. Oleh karena itu akan dijelaskan dalam perkembangan teori psikologi yang dilihat dari perbedaan bentuk dan sifat.
Dilihat dari bentuknya
Secara umum kita selalu mengkatagorikan setiap orang sesuai dengan ciri-cirinya tersendiri. Yang termasuk dalam penggolongan tersebut adalah (akademik, jenis kelamin, ras). Beberapa dalam teori kepribadian terdapat penggolongan setiap orang yang dimana penggolongan itu disebut bentuk kepribadian. Bentuk kepribadian adalah semua perwujudan yang tidak mempunyai tingkatan. Jika seseorang telah menentukan salah satu dari bentuk kepribadian maka tidak akan memilih dalam bentuk system kepribadian yang lainnya.
Pada abad ke 15, seorang psikolog bernama Hippocrates berasal dari bangsa Yunani memberikan kontribusi dalam dunia ilmu kedokteran. Dalam teorinya mengatakan bahwa didalam tubuh mengandung empat dasar zat cair dan gas, humor, watak, emosi dan tingkah laku. Selain Hippocrates, seorang psikolog dari bangsa Yunani bernama Gallen berpendapat bahwa kepribadian seseorang tergantung dari rasa humornya yang dimilikinya. Menurut Gallen ada 4 katagori yang termasuk kedalam kepribadian individu diantaranya:
1. Blood. Sanguine temperament (sifat yang periang dan penuh harapan), riang, gembira, aktif.
2. Phlegm. Phlegmatic temperament (sifat berdarah dinging) apatis, menghiraukan,acuh tak acuh, mudah
menyerah.
3. Blac bile. Melancholy temperament (sifat melankolis) sedih, selalu memikirkan hal-hal yang sedih.
4. Yello Bile. Choleric temperament (sifat mudah marah, mudah tergugah).
Seiring dengan perkembangan zaman, William Sheldon (1942) telah mengkatagorikan bentuk fisik mempengaruhi safat atau watak setiap orang. Terdapat tiga katagori dalam perkembangan, diantaranya:
1. Endomorphic, (gemuk, lembut,)
2. Mesomorphic, (berotor atau kekar, kuat)
3. Ectomorphic, (kurus, tinggi, rapuh)
Dari ketiga katagori tersebut William Sheldon, berpendapat dan percaya bahwa Endomorphs bersifat tenang dan mudah bergaul, adapun Mesomorphs dalam pisik seseorang adalah enerjik, tegas, berani. Sedangkan Ectomorhs adalah artistic, introvert, cerdas atau pintar.
Dilihat dari sifatnya
Dalam menjelaskan kepribadian seseorang dilihat dari sifatnya, terdapat dua dimensi, yang pertama dimensi yang terus menerus, dan dimensi yang bersifat deskriptif. Yang dimaksud dengan dimensi terus menerus adalah sifat yang berkepanjangan dan selamanya ada seperti kepandaian dan keakraban atau persahabatan/bersahabat. Kemudian dimensi yang bersifat deskriptif salah satu karakter atu sifat yang ada dalam diri seseorang secara sederhana dan bisa dilihat panca indera.
Menurut Gordon Allport ada tiga sifat yang membangun kepribadian seseorang diantaranya:
Cardinal :
1. Cardinal traits, adalah sifat yang ada dalam diri seseorang karena pengaruh dari factor lain dan sifat tersebut
menjadi pegangan dalam kehidupan. Contohnya seperti Mother Teresa dengan sifatnya yang penuh kasih dan
selalu berjiwa sosial.
2. Central traits adalah karakteristik sifat yang sesungguhnya berasal dari dalam diri seseorang sendiri tanpa
dipengaruhi oleh factor lain, seperti kejujuran, dan rasa optimis.
3. Secondary traits, adalah sifat yang benar-benar menunjukan dirinya sendiri
- neng nurhemah's blog
- Silakan login atau daftar dulu untuk mengirim komentar

wah mudah2an bisa menjadi prenenungan dalam membimbing anak2 bu