Tunjangan profesi versus kinerja guru
Dahulu ketika gaji dan kesejahteraan guru rendah banyak kalangan memandang sebelah mata,bahkan profesi guru hanya menjadi pilihan kesekian setelah profesi lain.Dengan adanya guru sekarang ditetapkan menjadi jabatan profesi dan mereka yang telah lulus memperoleh pengakuan seburu i guru profesional dengan tunjangan yang cukup besar banyak kalangan di luar guru yang merasa iri dengan tembehan penghasilan tersebut.oleh karena itu keirian dari mereka di luar guru harus disikap dengan arif dan tidak perlu emosional yaitu dengan meningkatkan kinerja guru sesuai dengan tuntutan sebagai guru profesional. Guru harus terus mereformasi diri sesuai dengan tuntutan perkembangan dan jangan menjadi guru fosil artinya dalam menjalankan profesinya hanya berlandaskan ilmu yang diperoleh saat di bangku kuliah dan enggan serta lamban mengikuti tuntunan perkembangan.Bentuk jawaban dari peni ngkatan kinerja adalah guru harus mengembangkan dan meningkatkan kemampuan :
1. Kompetensi pedagogiknya
2.Kompetensi profesionalnya
3,Kompetensi Sosialnya
4,Kompetensi kepribadiannya
Pertanyaannya apakah semua guru yang sudah dinyatakan lulus sebagai guru profesioanal mau meningkatkan kinerjanya? kalau jawabannya banyak yang belum mau dan kinerja guru masih rendah maka rasa cemburu dari profesi lain akan terus berlanjut dan tambahan tunjangan tidak sesuai peruntukannya. Maka mari kita jawab tambahan tunjangan itu dengan peningkatan kualitas kinerja kita.Hidup guru Indonesia
- habibi's blog
- Silakan login atau daftar dulu untuk mengirim komentar
Saya sangat gembira jika anak-anak cerdas sekarang sudah berminat masuk ke FKIP (mungkin PTN yang relatif baik), tinggal masalah besarnya adalah rekrutment guru (khususnya guru PNS) perlu dibenahi , karena menjadi otonomi daerah masih ada oknum yang memanfaatkan (kekuasaan uang ??). sehingga pada kenyataannya bukan mahasiswa yang cerdas tadi yang diterima, tapi eh malah dari Universitas yang kuliahnyapun hanya satu hari dalam satu minggu ( itupun kampusnya nebeng lagi biasanya di SD biasanya kelas jauh) bukan berarti saya mengecilkan mereka lho !
Asalamu alaikum Wr.Wb. Saya sangat bersyukur kepada Alloh SWT, sekarang dalam pemerintahaan Bpk. SBY nasib guru mulai membaik dan lambat laun lagu Umar Bakri terkikis. Sekarang kita Guru2 harus tahu diri untuk fokus akan tugas yang diembannya yaitu guru yang profesional. Semua lagi proses dan menuju ke arah yang lebih baik bagi bangsa ini ke depan wasalaammmm
Kita patut mensyukuri peningkatan income guru dengan adanya sertifikasi guru. Sebagai sesama pendidik kita perlu untuk saling mengingatkan bahwa peningkatan kesejahteraan seharusnya diikuti dengan peningkatan keempat kompetensi guru professional. Menyandang julukan guru profesional merupakan amanah yang seyogyanya diikuti dengan peningkatan kinerja serta tidak henti-hentinya mengupgrade diri sesuai dengan perkembangan ilmu dan informasi yang sangat laju.
Tidak ada sikap lain yang harus ditunjukan oleh guru dan guru yang telah mendapatkan tunjangan profesi selain diwujudkan dengan kinerja yang lebih aktif dan profesional. Guru perlu melakukan update keilmuannya, saya setuju untuk menghindari sebutan GURU FOSIL, guru yang hanya cukup dengan keilmuan ketika kuliah aja. Perkembangan ilmu begitu berkembang, sumber belajar begitu banyak, maka peluang untuk meng-update ilmunya sangat besar. Hanya guru yang Gaptek yang ga pernah melakukan update keilmuannya. Selamat berjuang guru Indonesia !
Beruntunglah Bapak/Ibu Guru masa kini. Dengan perhatian pemerintah melalui para wakil rakyat tentunya, termasuk perjuangan dari wakil para guru yang menjadi pengurus PGRI maka terwujudlah kesejahteraan para guru meningkat. Namun jangan lupa kesejahteraan tersebut hendaknya harus diimbangi dengan Profesionalitasnya. Ingat bahwa ke dua hal tersebut pernah diibaratkan dengan antara ayam dan telur, mana yang lebih dahulu? Jadi memang profesional tidak mudah terwujud tanpa kesejahteraan dan sebaliknya kesejahteraan tidak akan tercapai bila tidak memiliki profesional. Saya yakin ke dua hal tersebut akan dapat mudah dicapai oleh bapak/ibu guru masa kini, asal ada kemauan saja. Karena kemampuan jelas sudah ada dan didukung oleh penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi(TIK)yang semakin melimpah dan mudah terjankau dengan sertifikasi yang ada. Oleh karena itu sekali lagi tinggal perlu adanya kemauan dari bapak/ibu guru saja. Mencari Bahan ajar relatif sangat mudah didapat melalui internet, terlebih yang berbahasa Inggris. Untuk itu saya sangat salut dan memberikan apresiasi kepada Pusat Sumber Belajar yang diprakarasi Direktorat Pembinaan SMA Mandikdasmen, Kementerian Pendidikan Nasional. Selamat berjuang Bapak/Ibu Guru dengan sesanti: IKHLAS MEMBERI untuk kita semua demi Pendidkan Indonesia nan Jaya!
ass. tuntutannya memang spt itu. Guru "wajib" meningkatkan kompetensinya!!!
Jadikan pekerjaan kita prioritas utama. jgn harap ada penigkatan kualitas, kalau tanggungjawab kita dinomorduakan!!
saya cukup prihatin dgn rekan2 kita yg sdh menjadi guru profesional....tapi msh tetap melaksanakan tugas ala kadarnya????
Barangkali...kesadaran diri, motivasi, keikhlasan, .....dan tentunya PENGAWASAN yg terus menerus perlu diitingkatkan.
Mdh2an dengan adanya peningkatan ksejahteraan yg "relatif mmembahagiakan" ini , terbersit niat yg tulus utk meningkatkan proses pembelajaran kita.
wasss....
Ass. Tunjangan yang diberikan pemerintah memang agak sedikit memberikan semangat para guru untuk terus meningkatkan kinerja. Tetapi apabila proses pembayaran tunjangan tersebut menjadi tersendat - sendat setelah dialihkan ke daerah, akan kah semangat itu tetap berkobar ditengah-tengah belitan ekonomi?
sangat setuju jika tunjangan ini dipakai untuk meningkatkan kinerja guru. Tapi setahu saya tujuan utama mendapatkan tunjangan itu sepertinya kesejahteraan, sehingga diharapkan berimbas pada kinerja yanag semakin banyak. Sekarang yang jadi renungan, benarkan sasaran dan tujuan itu?
Beberapa waktu lalu pada saat workshop buku murah dengan BSE sempat ada pertanyaan unik dari pembicara kepada guru-guru yang sudah mendapat tunjangan sertifikasi, simpel "Dari semua dana yang diterima, berapa buku yang sudah dibeli?", mengingat buku dipakai juga sebagai salah satu alat untuk menambah pengetahuan bahkan sampai ada kata-kata "Buku adalah jendela dunia". Apa hasil? Jawaban? Ya.. hanya tersenyum saja..
Duh guruku..
Saya termasuk salah satu guru yang sudah mendapatkan tunjangan profesi. Tetapi secara pribadi saya masih prihatin karena fakta di lapangan guru yang sudah dapat tunjangan profesi tidak ada peningkatan kinerja sama sekali. Bahkan dengan berbagai cara mencoba mengelabuhi berbagai pihak untuk dapat diusulkan sebagai calon penerima tunjangan sertifikasi. Jadi menurut saya yang terpenting adalah "mentaalitas" kita sebagai seorang guru. Seberapapun besar tunjangan yang kita terima tidak akan ada artinya tanpa dibarengi niat untuk merubah mentalitas kita sebagai seorang guru. Apalagi peningkatan keempat kompetensi yang mutlak harus dimiliki oleh seorang guru. Mudah-mudahan ini jadi bahan renungan bagi kita bersama.
tapi kebanyakan itu tunjangan untuk kalangan tertentu saja yang kenal dengan orang dinas hehehehe kalo guru yg gk punya coneksi cuma dapat uang absensi ja hehehehe
Profesi Guru adalah Profesi yang mulia, bahkan sangat mulia. Sebenarnya ada
atau tidak ada Tunjangan Profesi Guru, seyogianyalah seorang Guru mengabdi kan seluruh kehidupannya pada dunia pendidikan atau secara khusus Guru semestinya hanya melayani kebutuhan peserta didik. Masalahnya sekarang adalah apakah seorang calon Guru(Mahasiswa yang akan menjadi Guru) mengerti dan mau melaksanakan Konsekwensi jika nantinya akan mengemban Profesi Guru?
Strategi untuk mendapatkan Tunjangan Profesi Guru tidaklah hal yang sulit, bahkan bisa dikatakan sangat gampang, dengan cara memanipulasi berbagai data
Menurut saya: Orang yang akan mengabdikan dirinya pada Profesi Guru tidaklah
sembarang orang, harus benar-benar siap dan mau menjadi seorang abdi atau pelayan bagi peserta didik.Bagi kita yang sudah terlanjur mengabdi pada Profesi Guru tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri, dengan kata lain masih terbuka waktu secara luas untuk menjadi PENDIDIK PROFESSIONAL secara utuh. SEMOGA
Memang profesi guru hendaklah profesi yang mulia dan hendaklah juga dimuliakan, bukan malah sebaliknya. Kebanyakan masyarakat / orang tua siswa justru melecehkan para guru. Ini sangat disayangkan. Bahkan tidak sedikit guru yang jadi sasaran amarah jika siswa gagal mencapai prestasi.
Pekerjaan Guru kelihatannya gampang dan ringan, namun ternyata sangat berat dan sangat banyak hingga tidak ada kesempatan bagi guru itu untuk mengerjakan yang lain-lainnya. Sehingga perlu komitmen kuat dari para guru dan calon guru serta para stake-holder yg dlm hal ini instansi/dinas terkait untuk mendukung tugas-tugas Guru sesuai dengan yang diamanatkan Undang Undang.
...kalau profesi guru mau diakui eksistensi dan kredibilitasnya,ada atau tidak ada tunjangan profesi,sudah sepantasnya untuk selalu profesional dalam menjalankan tupoksinya,karena begitu mereka memproklamirkan menjadi seorang guru tentunya sudah mengetahui segala resiko dan hal ihwal tentang profesi guru..apalagi skarang ada tunjangan profesi..tidak ada kata terlambat..mari kita berubah..
Saya sangat setuju, agar kalangan di lusr guru tidak ada yang merasa iri marilah kita tingkatkan kinerja kita.
setuju ju ju ya begitu , iri ya silakan
as. guru sebagai ujung tombak keberhasilan di Indonesia. Pemerintah sudah berusaha meningkatkan kesejahteraan guru, maka saya mengajak semua guru Indonesia untuk meningkatkan profesionalisme dan kinerjanya. biar gaji yang kita halal dan barokah bagi keluarga kita. Amin.
Kita para guru patut bersyukur pada Tuhan dan juga pada pemerintah khususnya bapak Presiden karena telah memperhatikan nasib para guru, yang mana para guru telah mendapat tunjangan sertifikasi. Oleh karena itu para guru yang telah mendapat tunjangan sertifikasi, mengajarlah yang benar dan penuh rasa tanggung jawab untuk meningkatkan kinerjanya, sehingga menghasilkan anak didik yang berwatak dan bermental baik.
Jadi, bagi yang bukan guru jangan iri ya....karena nasib para guru cukup tertindas pada masa orde baru, dimana pemerintah saat itu sangat tidak memperhatikan nasib guru, selalu menyepelekan kehidupan para guru dan selalu beranggap bahwa guru itu kecil dan kurang berarti. Ini yang membuat generasi berikutnya kurang senang dengan kehidupan seorang guru karena penghasilan sangat kecil. Sekali lagi saya menghimbau para guru, JADILAH SEORANG GURU YANG PROFESIONAL.
Tapi aku sangat yakin, perubahan iklim(baca perubahan kinerja guru) lambat laun akan berubah), bahkan bisa diprediksi perubahan ini tidak akan memakan waktu lama. Barangkali bisa kita bandingkan bagaimana iklim kinerja PNS keseluruhan 3 tahun yang lalu dengan sekarang? trasa sangat beda. Begitupun iklim kinerja guru baik yang belum mendapat pengakuan guru profesional lebih2 yang telah mendapat tunjangan profesi....hidup guruku!!

Ya, betul sekali. Dulu ketika guru dianalogikan sebagai Umar Bakri seperti lagunya Iwan Fals, semua prihatin. alhamdullilah sekarang semuannya berubah dan banyak sekali anak pintar dan berekonomi mampu yang memilih jurusan keguruan, tidak seperti dulu FKIP atau IKIP hanya di pilih oleh siswa berekonomi lemah. Namun demikian memang masih banyak kontrakdiksi dalam keseharian guru-guru Indonesia. Masih banyak yang makin fokus dengan bisnis pribadinya ketimbang meningkatkan profesionalismenya. Masih banyak yang langsung merencanakan mengangsur membeli kendaraan pribadi ketimbang membeli Notebook alias laptop yang akan menunjang kemampuan mengajarnya. Singkatnya masih banyak yang tidak betul-betul berkonsentrasi pada profesi yang dianggap banyak orang sangat mulia. Guru kencing berdiri, orang lain akan meniru dengan kencing tunggang langgang. Oleh karena itu wahai para guru profesional marilah kita ingat bahwa peningkatan kesejahteraan itu harus dibarengi dengan peningkatan kemampuan paedagogik, sosial, kepribadian dan keprofesionalan kita.
Namun demikian tidak semua guru yang begitu, sekarang sudah banyak yang mau dan terus meningkat kinerjanya.