Rela Berbagi Ikhlas Memberi

Pengajaran Sastra di sekolah umum dan kejuruan


3 replies [Entri terakhir]
Ude zai
User offline. Last seen 13 pekan 4 hari ago. Offline
Joined: 02/02/2012

Pengajaran  sastra di tingkat sekolah umum dan kejuruan sekarang semakin melesu dan suram sekali. Hal  ini dapat kita lihat minat siswa dan guru dalam memberikan materi tersebut. Tak pelak pula guru mata pelajaran Bahasa Indonesia  banyak tidak dapat membaca puisi  bermain drama  dan menulis cerpen yang pendek sekalipun  apa lagi dalam bentuk Novel, hingga  siswa di sekolah kebanyakan dari mereka hanya membaca cerpen  atau membaca  puisi kemudian tertarik menulis cerita /  puisi dan kemudian jadilah ia penulis alami, namun secara teknis apresiasi mereka tidak tahu menahu sebenarnya.

Kenyataan lapangan  ini jelas sekali  jika siswa  atau guru membaca puisi  atau cerpen di kelas mereka  sorak-sorai mencemooh  mendengarkan. apa yang mereka lihat dan dengar tersebut.  Sebenarnya  entah apa yang membuat mereka demikian  apa karena tidak mengerti  atau  hanya cemoohan saja  atau apa, tapi yang jelas  itu adalah  tidak menunjukkan apresiasi mereka terhadap  sastra tersebut.

Keberadaan  seni sastra di sekolah  yang  bukan  jurusan  Bahasa  memang  kurang mendapat minat yang baik oleh siswa. Ada semacam keterpaksaan dalam berbuat dan mengerjakan  atau  belajar tentang  sastra  Indonesia  apa karena bahan kurang menarik  atau yang itu-itu saja  tidak  seperti  dari luar sana cerita atau sastra mereka cukup  menarik  sekali  " Ceritanya bagus  tokohnya keren  sangat menyentuh kehidupan kami"

Inilah masalah kita sebenarnya  terutama  guru Mata Pelajaran Bahasa  dan Sastra Indonesia. Salah satu usaha yang dapat  dilakukan  banyak latihan terhadap siswa, perlombaan-perlombaan  tulis-menulis , perlombaan pembacaan puisi, cerpen , dongeng  dan sebagainya yang berkaitan dengan sastra.  Inilah mungkin  yang dapat membantu pengajaran sastra sekolah umun dan kejuruan   dengan kerjasama  dan dukungan  pihak sekolah dan pihak  yang  berkepentingan  agar seni  dan budaya kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Ude zai
User offline. Last seen 13 pekan 4 hari ago. Offline
Joined: 02/02/2012

Apakan Bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional? Pertanyaan semacam ini sering diajukan diberbagai forum pertemuan atau seminar tentang Bahasa Indonesia baik itu tingkat lokal, nasional atau internasional. Saya memang optimis tetapi banyak yang saya disayangkan terutama pihak pakar-pakar bahasa, petinggi negeri ini tidak berpihak malah dapat kita lihat Riau sendiri sebagai asal muasal Bahasa Indonesia di sana-sini banyak menonjolkan bahasa asing dari bahasa sendiri apakah itu benar, dan apakah itu tidak merendahkan bahasa kita sendiri.

Yang jelas menurut saya agak sulit jika kita sebagai anak bangsa tidak mau berpihak untuk itu ya, beginilah jadinya. Apa lagi kelompok negera yang menggunakan bahasa yang sama semunya saling bersitegang tak mau memajukan bahasa ini menjadi bahsa yang menduna.

3 Februari 2011

Ude zai
User offline. Last seen 13 pekan 4 hari ago. Offline
Joined: 02/02/2012

Bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional? Pertanya semacam ini sering diajukan diberbagai forum pertemuan atau seminar tentang Bahasa Indonesia baik itu tingkat lokal, nasional atau internasional. Saya memang optimis tetapi banyak yan disayangkan pihak pakar-pakar bahasa, petinggi negeri ini tidak berpihak malah dapat kita lihat Riau sebagai asal muasal Bahasa Indonesia di sana-sini banyak menonjolkan bahasa asing dari bahasa sendiri apakah itu bena, dan apakah itu tidak merendahkan bahasa kita sendiri.

Yang jelas menurut saya agak sulit jika kita sebagai anak bangsa tidak mau berpihak untuk itu ya, beginilah jadinya. Apa lagi kelompok negera yang menggunakan bahasa yang sama semunya saling bersitegang tak mau memajukan bahasa ini menjadi bahsa yang menduna.

3 Februari 2011

Awan Sundiawan
User offline. Last seen 3 hari 17 hours ago. Offline
Joined: 26/09/2008

Tulisan Bapak sangat inspiratif, semoga harapan Bapak merupakan harapan kita semua, bahwa saat ini kita saatnya untuk mengapresiasi bahasa Indonesia agar menjadi bahasa yang dipakai di beberapa negara, dan sastra dapat diapresiasi dengan baik oleh semua kalangan, semoga pengajaran/pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia menjadi sebuah ketuhuhan dalam kehidupan sehari-hari, dan bukan sekedar pelengkap saja.