Pendidikan Berkarakter dengan meninggalkan pendidikan Pancasila , apa efektif ?
Pancasila yang secara defacto maupun deyure diakui sebagai landasan Ideologi bangsa, saat ini serasa jauh terpinggirkan, secara sadar atau tidak. Pertanyaan muncul apakah hal tersebut disebabkan oleh dosa politik Orde Baru ? Hal ini tampak terasa ketika Mata Pelajaran PPKn ( Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan ) diganti menjadi PKN ( Pendidikan Kewarganegaraan ) , Penghilangan huruf P di depan tidaklah bermakna sederhana, sebab Huruf P berarti Pendidikan Pancasila . Ini menunjukkan baik secara tersurat maupun tersirat Pendidikan Pancasila sudah dihilangkan dari proses pembelajaran formal khususnya di tingkat SMP dan SMA....
Lalu bagaimana dengan program pemerintah yang mencanagkan Pendidikan Berkarakter....?
Efektifkan pendidikan berkarakter dengan meninggalkan Pendidikan Pancasila ?
Karakter yang bagaimanakah yang diinginkan oleh pemerintah...?
kalau disimak pengintegrasian pendidikan karakter pada mata pelajaran, maka tentu saja nilai-nilai pancasila tidak diabaikan, buktinya 18 nilai karakter bangsa yang dikembangkan (di sekolah saya jadi 20) sebagiannyaadalah nilai2 Pancasila. Bukankah dasar pengembangan nilai-nilai pendidikan karakter dan budaya bangsa berasal dari: Nilai Agama, Nilai Buadaya dan Nilai Pancasila, jadi... mari kita implementasikan program ini.
Pembentukan karakter anak sejak usia dini sangat penting. Kalau dari kecil sudah terbiasa denga hal - hal yang baik, pasti sampai besar juga akan jadi baik. Pendidikan karakter perlu bagi kita, bukan cuman anak-anak tapi semua kita termasuk guru dan orang tua harus menjadi teladan.
Pancasila tidak ditinggalkan, Pancasila dijunjung tinggi dalam pendidikan karakter bangsa.
Hemat saya pembentukan karakter atau dalam keraangka yang lebih luas membangun manusia Indonesia pijakannya dalah agama (Islam), ketika negara ini berdiri dasar pembentukan negara hampir disepakati dengan dasar Islam tetapi kemudian Moh. Hatta mengemas dengan bahasa yang agak lunak dan tidak menghilangkan arti syariat Islam dengan Ketuhanan yang maha Esa. Pancasila kemudian disepakati menjadi dasar bernegara bukan membentuk kehidupan berbangsa. Saya kurang setuju apabila pancasila dijadikan sebagai basis pembentukan karakter.
Assalam.
Menurut saya, Implementasi pendikar itu tidak meninggalkan pancasila, justru sebaliknya. Pendidikan karakter merupakan salah satu cara menerapkan nilai-nilai-nilai pancasila. Saya justru berterima kasih kepada pemerintah telah melegalkan pendikar ini terutama dengan adanya program PBKL. Sebenarnya, jika kita menengok program pemerintah yang lalu, maka kita akan menemukan yang namanya pembelajaran integrasi Imtaq. Pembelajaran integrasi Imtaq sebenarnya jauh lebih luas kajiannya dibanding pendikar. Olehnya itu, saya mengajak kepada semua pihak untuk sama-sama mensukseskan program pembelajaran Integrasi Imtaq Pendikar ke semua mapel. Selamat berjuang, semoga rahmat Allah menjadi balasan hidup kita semua, amin.
Terima kasih, semoga manfaat.
Wassalam.
Saya sependapat dengan pak Suyuti, Pancasila adalah sebagai Ideologi Terbuka, artinya Nilai- nilai Pancasila dapat di terapkan Di segala bidang dan segala zaman. Dengan menerapkan Pendikar sudah otomatis adalah menanamkan nilai-nilai Pancasila.
Akan berdampak dalam Sikap & perbuatan guru maupun siswa,bila mata pelajarannya berubah menjadi" Pendidikan Moral Pancasila & kewarganegaraan" krn sebenarnya kita sedang mengalami krisis moral ( manusia Robot tanpa karakter & tanpa Visi keakhiratan).22 tahun yg lalu saya merasa berdosa dan takut tdk naik kelas bila nilai PMP korang dari 6,00.Kalo sekarang Nilai 7,00, tapi Mental&Akhlak siswa pd Bobrok ( pergaulan bebas, Miras,Narkoba, tawuran ) meraja lela.........
Efektif tidaknya implementasi pendidikan karakter bangsa dalam 18 nilai dasar karakter budaya bangsa sangat tergantung dari komitmen seluruh guru unsur manajemen sekolah dan pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan . Manajemen sekolah dan unsur yang ada di daerah sangat brperan dalam membina, membimbing, mengevaluasi , memberikan keteladanan. Tanpa itu program tersebut mendapatkan tantangan dan kendala yang perlu mendapatkan perhatian yang seksama. Sebagai guru PKn sudah sewajarnya kita untuk selalu menanamkan nilai-nilai kesadaran sesuai dengan karakter bangsa tentang output peserta didik di depan sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan dunia global

KITA BANGSA INI KADANG SELALU TERJEBAK PADA MASALAH YG ITU-ITU SAJA.
YAKNI KITA MENCOBA UNTUK TINGGALKAN PANCASILA DALAM HIDUP BERBANGSA DAN BERNEGARA, YANG AKHIRNYA KITA HANCUR LEBUR. SEKARANG DALAM ERA REFORMASI INI KITA MENCOBA UNTUK MEMBUANG DASAR NEGARA INI DALAM HIDUP BERBANGSA DAN BERNEGARA KITA, NAH SEKARANG INI KITA SIBUK LAGI MENCARI DAN MENSOSIALISASIKAN PANCASILA, SAYA YAKIN DAN PERCAYA KALAU KITA MENINGGALKAN PANCASILA MAKA KITA AKAN TERCERAI BERAI DAN INDONESIA AKAN TINGGAL KENANGAN. PERCAYALAH................