Guru Profesional tidak bisa Komputer
Guru yang sudah memperoleh sertifikat dan menyandang gelar 'GURU PROFESIONAL"
masih banyak yang ngajar asal-asalan dan kena penyakit TBC alias Tidak Bisa Computer.
Ada juga yang kena penyakit KUDIS (KUrang DISiplin).
Di kelas kita menyampikan pada anak didik untuk selalu belajar dan berbuat, bertanya, membuat kesimpulan, dan mencobanya kembali. Learning - doing - & so must go on... Belajar computer perlu trial & error so jangan takut dan musti belajar terus.
Itulah Guru kita,,,,,,,,
tapi sangat dipercaya Guru harus menjadi panutan dan teladan sehingga untuk belajar IT itu sangat mudah,, apalagi yang sudah keren dengan keprofesionalannya,,,,, harus bisa,,,,,,,
Ayo Guru Indonesia, kamu bisa,,,,,,,,,,,,,,,,,
kalau ditempat saya pak ada istilah guru itu digugu lan ditiru. Setuju saya Pak dengan pendapat Bapak. Hidup guru Indonesia.
masalahnya guru kita memang banyak yg tidak peduli dengan IT
Kita harus pandai melihat fakta yang ada sekarang mereka itu tidak peduli dengan IT atau sengaja tidak peduli ?
ya, jangan menyerah Tulang,,,, (Dikutip sedikit dari gaya orang batak ya bung)
kata si Ucok sama pamannya. TBC gampang obatnya tulang. Beli aja komputer, kutak-katik, sembuh deh tulang TBCnya. Masa guru Profesional Tidak punya komputer, Malu ah sama si Ucok. Soalnya si Ucok masih anak SD loh udah pintar komputer.
Banyak Pak yang tidak punya komputer seperti di sekolah saya. Malahan yang banyak setelah terima tunjangan sertifikasi sepeda motornya ganti baru, mobilnya ganti baru atu rumahnya dibangun sehingga sering ijin karena mengawasi tukang yang sedang membangun/memperbaiki rumahnya.
????????
guru profesional adalh guru yang selalu inovatif , kompetetif menguasai iptek dn selalu menghargai waktu
Kuncinya guru harus terbuka untuk meningkatkan profesionalismenya.. terbuka dalam menerima saran dan kritik, terbuka dalam hal perkembangan IPTEK, termasuk didalamnya belajar IT. Tidak malu bertanya sekalipun kepada siswa yang lebih mengerti tentang perkembangan dan kemajuan teknologi sekarang ini..
Lha enggih , wong hari gini kok nggak mau belajar komputer njur priyee ?, so much so pasti murid itu harus lebih pinter dari gurunya , paling tidak tuk 5 tahun kedepan pasti murid kita menjadi lebih pinter, bagi siswa yang sudah jadi ibu RT atau KK pasti deh lebih pinter buat monic lebih juga yang lain... menurut saya komputer itu harus dapat membantu kita dan kita jangan berharap ingin menguasai komputer pasti jadi mumet , pelajari software apa yang paling sering kita gunakan ditambah sedikit software pendukung yang kita butuhkan itu saja cukup. bagi yang sudah setengah abad seperti saya !
dibutuhkan rasa ingin belajar yang tinggi bagi guru-guru yang sudah bersertifikasi dan terkena TBC (Tidak Bisa Computer. Kesadaranpun harus ditumbuhkan dari hati yang paling dalam. Karena dengan tunjangan sertifikasi harus juga ditingkatkan SDMnya. Permasalahannya, sangat langka sekali guru-guru seperti ini. Untuk itu perlu diformat lagi kriteria untuk menjadi guru profesional, salah satunya adalah guru yang tidak gaptek. Agar guru-guru yang profesional benar-benar profesional
mungkin kedepan, dalam rangka menjaring / menentukan Guru Profesional salah satu kriteria adalah guru yang menguasai computer (minimal Word, Excel dan Power Point)... !
Namanya saja guru profesional, makanya harus tahu komputer dong. Kalau tidak ganti saja namanya menjadi guru "porsional". Ok! Guruku manju terus....
Guru yang sudah mendapat sertifikat guru profesional harus lebih inovatif n nambah belajar apa yang masih kurang walaupun tidak semudah membalikkan telapak tangan.....APALAGI MENGOPERASIKAN KOMPUTER (STANDARNYA WORD, EXCEL N POWER POINT) jangan hanya mengejar SERTIFIKASI trus tidak diimbangi dengan PRESTASI......
Hati-hati dengan penyakit yang banyak diidap dan menular kesesama pendidik :
1. TIPUS : tidak punya selera
2. MUAL : mutu amat lemah
3. KUDIS : Kurang disiplin
4. ASMA : Asal masuk kelas
5. KUSTA : Kurang strategi
6. TBC : Tidak bisa computer
7. KRAM : Kurang trampil
8. ASAM URAT : Asal sampaikan materi, urutan tidak akurat
9. LESU : Lemah sumber
10. DIARE : Di kelas anak-anak remehkan
ya belum bisa dikatakan profesional kalo belum bisa komputer, zaman sekarang ga bisa komputer kayaknya rugi anak unur 3 tahun aja bisa masa kalah yang tua ga bisa.
Banyak ya , penyakit yang disandang guru frofesional ?.Intinya adalah ;
1. Ada kemauan untuk belajar
2. Niatkan bahwa setiap aktifitas yg kita lakukan adalah IBADAH
Nha, sekarang ini inti persoalannya justru lebih banyak yang gak ada kemauan menerima pembelajaran (maunya cuma menerima bayaran), ditambah lagi niatnya setiap aktivitas adalah duit bukan lagi ikhlas, apalagi ibadah. (mereka bilang, ini merupakan ciri-ciri profesionalisme)
Sering dijumpai, seorang guru menyebut dirinya profesional (senior ????) hanya karena usianya tua dan bukan karena kemampuannya. Manakala sekolah melakukan program kegiatan peningkatan SDM (sekarang yang lagi ngetop adalah pelatihan Komputer dan Bahasa Inggris), mereka berkata " Ah, sudahlah... yang beginian untuk yang muda saja", dan merekapun tidak muncul dalam kegiatan tersebut. Namun setelah kegiatan usai dan ada pembagian penggantian transport dan honor, maka mereka akan berkata " Lho, mana pemerataannya?????".
Yo opo karepe, rek!!!
nah itu sepertinya perlu di tinjau ulang ... dengan label SERTIFIKASI lagi, kok malah jauh dari profesional.
Tugas kita bersama untuk mencari jalan keluar. Salah satu caranya.... Rela berbagi......
Sepakat dengan pendapat Bli Wayan.......Saling Berbagi Ilmu.
Lebih baik jadi orang Bodoh yang giat untuk belajar.........daripada Jadi orang Pintar tapi tidak mau berbagi ilmu.
Sepakat dengan bli putu........saling berbagi, tujuannya kan damai dihati damai di bumi
learning community = sharing+discuss dalam membangun komunitas cerdas
sesuai perkembangan yang ada, baik berdasarkan kompetensi maupun berdasarkan standar Isi... guru sebagai jabatan Fungsional yang Profesional harus memiliki kemampuan yang baik dalam pemanfaatan komputer...usaha seperti... mulai dari KEMAUAN...AKAN MUNCUL KEMAMPUAN... AYO.. GURU PROFESIONAL KITA HARUS MAU MENJADI SEORANG YANG PROFESIONAL...
tapi yang jelas selalu semangat untuk belajar dan terus belajar agar menjadi guru profesional (Supaya cepat disertifikasi)
jangan takut terlambat untuk belajar, karena Rasulullah telah memerintahkan kita ummatnya untuk selalu belajar, maap dari anggota baru
Guru Profesional nggak bisa komputer sebaiknya bercermin kepada MASRIL KOTO.
boleh baca kisahnya di :
1. http://indonesiaproud.wordpress.com/2010/06/29/masril-koto-pendiri-lemba...
2. http://www.facebook.com/pages/Masril-Koto-Man-Of-The-Year-2010-From-West...
3. http://politik.kompasiana.com/2010/11/04/masril-koto-sosok-pahlawan-peta....
Sehingga yang merasa sudah sertifikasi ada yang menjamin minimal 2 tahun ke depan dapat mengimbangi ketangkasan Masril Koto menggunakan komputer.
@ Wayan : saya setuju Pak sudah saatnya buat kita2 yang tahu atau punya ilmu TI untuk menularkannya kepada mereka ("guru profesional") agar mereka tidak hanya menerima tunjangan saja tanpa benar-benar menjadi guru profesional, harapannya guru yang profesional itu bukan yang mempunyai penyakit TBC (Tidak Bisa Computer) dan KuDis (Kurang Disiplin).
Hidup Guru Indonesia.... sekarang hampir semua Universitas yang mempunyai fakultas tarbiyah/keguruan/pendidikan sudah memasukan mata kuliah mengenai penggunaan IT didalam pembelajaram dan ntuk guru yang sudah dibilang "profesional" mungkin tugas kita ntuk menularkan akan mudahnya dan menyenangkannya pemebelajaran menggunakan Komputer/IT..
Setuju.....

ya itulah faktanya, tp tdk usah kecil hati......,computer sangat sangat bisa dipelajari krn tdk membutuhkan bakat apalgi faktor keturunan. jadi ayo guru-guru semangat belajar computer, yang penting mau bertanya dan mencoba terus.
kl KUDIS.....,itu tadinya terbiasa melakukan kebiasaan yg kurang baik lama-lama menjadi karakter dan akhirnya menentukan nasibnya...ya seperti itu !