Rela Berbagi Ikhlas Memberi

HP SEBAGAI SUMBER BELAJAR


5 replies [Entri terakhir]
mazguru
User offline. Last seen 5 hours 5 mnt ago. Offline
Joined: 16/04/2009

Semua orang sudah mengenal perangkat telekomunikasi berupa handphone (HP). HP ini sudah banyak digunakan oleh berbagai kalangan, bahkan harganya semakin hari semakin terjangkau. Bahkan ada beberapa orang yang mempunyai HP lebih dari satu. Sebagai alat komunikasi yang praktis dan fleksibel, HP juga mempunyai manfaat yang beragam misalnya sebagai hiburan (mendengarkan musik, game dsb), sarana informasi (mengakses web dengan GPRS dsb).

Bisa dikatakan bahwa semua siswa dari tingkat SD sampai SMA sudah mahir menggunakan HP. Tentunya hal ini merupakan sebuah kemajuan dan bisa kita manfaatkan untuk media pembelajaran. HP juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana media pembelajaran, misalnya saja memberikan tugas lewat SMS, chat via HP, akses internet lewat GPRS bahkan program pembelajaran interaktif via HP dengan memanfaatkan teknologi java maupun flashlite.

Bagaimana tanggapan Bapak/Ibu sekalian ?

iiiamimam
User offline. Last seen 1 tahun 16 pekan ago. Offline
Joined: 03/09/2010

menurut saya hp selain dpt membantu siswa juga dapt merusak siswa.
hp bsa membuat siswa malas belajar.

Robbie
User offline. Last seen 2 pekan 2 hours ago. Offline
Joined: 23/08/2010

hp dapat memberikan suatu dampak tergantung pada individu yg menggunakannya. kalau saya pribadi sangat mendukung penggunaan hp sbg sumber belajar. hal ini dikarenakan sangat praktis dan ekonomis. ditambah lagi sekolah saya telah menjadi sekolah PSB, jadi sebagai siswa kita harus memperbanyak sarana kita untuk mendapatkan suatu informasi dengan cepat, tepat dan akurat dgn jalan pemanfaatan teknologi sprti hp ini.

Eny Wijayanti
User offline. Last seen 1 tahun 21 pekan ago. Offline
Joined: 15/12/2010

Saya sangat setuju jika HP dapat dijadikan sumber belajar. Daripada melarang siswa menggunakan hp-yang kemungkinan besar akan sulit-lebih baik bagaimana cara agar siswa memanfaatkan hp untuk mendukung belajarnya juga.

Dodik Dwi Prasetyo
User offline. Last seen 5 pekan 4 hari ago. Offline
Joined: 16/05/2010

Dewasa ini banyak sekali handphone dari berbagai merk beredar di masyarakat. Indonesia merupakan pasar terbesar di dunia bagi para vendor handphone. Rata-rata masyarakat Indonesia memiliki handphone lebih dari satu per orangnya. Mengapa handphone banyak sekali digunakan oleh masyarakat? Hal ini tidak terlepas dari beberapa faktor antara lain : infrastruktur jaringan telepon seluler yang telah dibangun di seluruh pelosok tanah air. Selain itu biaya penggunaan (untuk sementara baru biaya percakapan) boleh dibilang cukup murah. Dan faktor kelengkapan fitur yang ada di suatu handphone merupakan daya tarik sendiri bagi masyarakat untuk tidak lepas membawa handphone kemanapun dia pergi.
Keberadaan Handphone (HP) memiliki fenomena tersendiri bagi dunia pendidikan khusunya bagi pelajar dan mahasiswa. Kehadirannya yang menawarkan kecanggihan untuk dapat mengakses segala informasi lintas dunia dengan sangat cepat, mudah dan murah sering dijadikan kambing hitam merosotnya moral/budi pekerti bangsa. Hal ini mungkin benar adanya, akan tetapi tentu tidak sepenuhnya benar jika ada anggapan/persepsi bahwa kehadiran telepon selular bagi pelajar dan mahasiswa lebih membawa dampak negatif dari pada positif.

Dampak Handphone bagi Pelajar
Disadari atau tidak memang segala sesuatu di dunia ini selalu hadir dalam dua sisi (positif dan negatif), tak terkecuali telepon selular, tinggal bagaimana kita mengelola agar sisi positif berperan lebih dominan dibanding sisi negatifnya. Kiranya kita sepakat bahwa kecepatan dan ketepatan akses komunikasi tentulah merupakan hal yang sangat positif bagi para pelajar dan siapa saja yang hidup di jaman ini. Sekarang untuk melakukan komunikasi cepat dan tepat cukup dengan sms. Saat itu untuk dapat menggali informasi lintas dunia kita harus pergi ke warnet yang sudah barang tentu sulit dijumpai di pedesaan. Sekarang cukup dengan telepon selular kitapun dapat mengakses informasi melalui internet.
Di samping hal positif seperti tersebut di atas, kehadiran telepon selular juga mengandung konsekwensi logis dengan berbagai dampak negatifnya. Bagi pelajar, pemanfaatan telepon selular tanpa terkendali berpotensi mencetak generasi pemalas dan berkepribadian menyimpang. Bagaimana tidak? Pengguna telepon selular selaku konsumen kini telah sedemikian dimanjakan oleh segudang fasilitas mudah dan murah yang ditawarkan produsen untuk dapat mengakses informasi global tanpa batas, sehingga siswa yang nota bene belum cukup memiliki perisai atau bekal mental yang memadai cenderung lebih suka melihat, membaca bahkan mengambil sajian yang terlalu vulgar yang bertentangan dengan nilai budaya dan ajaran agama semacam foto dan video seronok/porno yang terdapat di internet. Hal inilah yang sering dijadikan alasan keprihatinan akan maraknya penggunaan ponsel yang kini menjadi salah satu trend kehidupan modern.

Memanfaatkan Ponsel Sebagai Media Pembelajaran
Kurang bijak kiranya jika sekolah mengambil jalan pintas membuat aturan melarang siswa membawa ponsel ke sekolah sementara sekolah senantiasa dituntut mengikuti laju perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Yang perlu sekolah lakukan berkenaan dengan trend ini adalah mengelola bagaimana memetik sisi positif dengan memberdayakan ponsel siswa sebagai media pendukung pembelajaran. Misalnya, sekolah mestinya memiliki website resmi (jika memungkinkan) atau setidaknya Blog yang dikelola dengan baik yang di dalamnya disediakan link ke situs-situs lain yang memuat informasi edukatif dan dapat diakses melalui ponsel siswa. Setiap guru di sekolah tersebut diminta berperan sebagai kontributor dengan menyusun resume bahan ajar yang akan dan atau telah dibahas di ruang kelas, syukur jika para guru tersebut mampu membuat bahan ajar dalam bentuk media interaktif untuk di upload dan dapat di-download oleh siswa. Selain guru, siswa juga diminta berkontribusi untuk memanfaatkan situs sekolah sebagai wahana untuk berkreasi (misal penulisan pantun/puisi, cerpen, resep makanan, dsb), mengungkapkan pendapat, atau sekedar mejeng dengan menampilkan foto-foto terbaik mereka.
Mengantisipasi penyalahgunaan ponsel pelajar di sekolah tentu sekolah harus secara periodik melakukan pembinaan dan pemantauan(dapat dilakukan melalui rasia). Jika ditemukan penyimpangan dari penggunaan ponsel tersebut, siswa bersangkutan dapat diberi sanksi sesuai kadar penyimpangannya. Jika kadar penyimpangannya parah (misal berbau kriminal atau porno vulgar) dapat diberi sanksi dikeluarkan dari sekolah. Nah sekarang tinggal kembali pada pihak sekolah bagaimana menyikapinya dengan arif dan bijak sehingga tidak cenderung untuk hanya menyalahkan siswanya saja.

wijanarko58
User offline. Last seen 49 pekan 5 hari ago. Offline
Joined: 06/09/2010

yah tergantung dari yang mencet-mencetnya. kalau untuk kebaikan alhamdulillah, tapi kalau untuk kejelekan tunggu balasannya di neraka kelak (jika nggak sempat tobat sebelum mati)