memotivasi guru
KTSP kan bukan barang baru dan terus disempurnakan, tapi tidak sedikit rekan2 guru yang merasa berat dan masih belum lengkap perencanaan pembelajarannya, gimana cara memotivasi biar lebih semangat bikin perencanaan. tolong dunk.. mungkin ada jurus jitu yang sudah berhasil di sekolah masing2. trims.. solusinya...
bukan gaji yg perlu di tambah tapi sosialisasi KTSP secara kontinu yg harus dilaksanakan
BETUL pa....kurikulum terlebih dhulu yg mesti ditekan dan digalakan
menurut aku gaji memang perlu untuk dinaikkan tapi bukan satu-satunya, alias bukan berarti jika gaji naik pasti guru semangat membuat perangkatnya. yang lebih penting dari itu adalah adanya kemauan untuk maju bagi pribadi guru tersebut.
Betul, gaji perlu ditingkatkan terus tapi ada beberapa hal agar guru jadi profesional;
1. Bangga dengan profesi
2. Cinta profesi
3. Cinta anak didik
4. Teladan keilmuan
Diterjemahkan sendiri ya pak.
kalau untuk mengumpulkan perangkat, sekolah ku punya kiat siapa yang ngupul lansung di beri uang lelah dan diberi jam ngajar banyak. teryata ampuh semua guru mengumpulkan perangkat pembelajaran. memang miris, tapi begitulah,kita tidak menutup mata ditengah2 kondisi ekonomi sekarang, uang adalah motivasi yang paling utama. selain apa yang dikemukaka oleh bapa Ahmad Karim. Maaf ya pa...
Okey, perangkat lengkap apakah nantinya guru mengajar dengan baik di kelas? Kan bukan jaminan. Tapi kalo perangkat lengkap ditambah performance di kelas okey itu saya setuju banget.
Selain gaji, bisa jadi jam ngajar perlu dikaji lagi sebab ciri khas dan jam tiap mapel berbeda. Bisa dilihat untuk guru mapel UN dan mapel non UN, dengan jam sama tapi jumlah rombel jauh beda selisihnya, sehingga pertimbangan administrasi mapel dengan administrasi kelas juga cukup jadi kendala.
Perangkat tiap tahun cenderung sama :D
Perlu adanya sosialisasi KTSP yang kontinyu dan benar-benar sosialisasi, jangan sekedar datang-duduk-diam-tanda tangan.
Menurut pemikiran saya, ada baiknya tidak ada perbedaan guru swasta dan guru PNS, khan semua mendidik putra-putri bangsa sebagai generasi penerus, jadi sudah saatnya pemerintah memberi hak yang sama pada semua pendidik/pengajar alias guru. Pasti guru-guru termotivasi.
keduanya sangat menunjukkan kompetensi seorang guru. ngajar dan membimbing okey. trus perangkat juga lengkap semakin okeyy
Kemaun yang paling utama, kalo ada kemauan pasti ada jalan
Tetapi saya juga masih bertanya-tanya ( termasuk pada diri sendiri ) bagaimana caranya menngkatkan kemauan itu ?
Salah satu cara yang bisa membuat saya memulai adalah : Adanya kesadaran bahwa itu adalah kewajiban utama seorang guru, dan alangkah malunya jika kewajiban utama itu tidak bisa kita pemnuhi
memang salah satunya adalah gaji, tapi gaji bukanlah faktor utama untuk membuat guru menjadi betah di sekolah.
menurut saya adalah :
1. Penghargaan kepada guru
2. Sosialisasi
3. Komunikasi
4. Profesionalisme
apabila 4 faktor diatas sudah terpenuhi, maka secara otomatis guru akan mempunyai kemauan dan semangat untuk melaksanakan kewajibannya sebagai guru.
menurut saya selain gaji, dll... spt yg ditulis teman" tadi,... guru sudah saatnya merubah pola pikir (mainset)..... guru harus berpikir dan bertindak diluar kebiasaan (guru harus merubah kebiasaan)....sy yakin kalau semua guru mau melakukan hal tsb PENDIDIKAN DI INDONESIA pasti akan maju. guru yg sudah sertifikasi dg gaji yg berlipat ganda.... kalau hanya berpikir dan bertindak seperti biasanya maka tidak akan ada artinya bagi kemajuan Pendidikan di Indonesia.
Setuju..semuanya... Bapak dan ibu guru yang bijaksana... tentunya dapat memilah antara kebutuhan dan profesionalisme...Maju terus guru Indonesia!!
Negeri ini lagi sakit tidak ada yang dapat mengobatinya kecualai guru, oleh karena itu bapak dan ibu guru seyogyanya menjadi panutan kapan dan dimanapun dia berada dari itu segala tingkah lakunya mesti baik dan benar karena akan ditiru oleh anak didiknya, dan akan abadilah slogan yang bertahta paga guru bahwa "guruku adalah idolaku".
kadangkala ketika semua tips dan kiat yang sifatnya teoritis sudah tidak mempan lagi, yang diakibatkan karena guru sudah terlanjur sakit (kronis) maka untuk saya pribadi (mohon maaf sebelumnya, cuma sekedar pendapat)perlu metode dan pendekatan yang sedikit diluar dari biasa dan mungkin keluar dari norma dan aturan yang semestinya. tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita bisa memberi teladan yang benar.... apa mugkin ya...? sementara lingkungan di era sekarang lebih banyak menyodorkan dan membanggakan prilaku dan aktivitas yang tidak layak untuk dijadikan teladan
Wah kayaknya klo dibilang negeri sakit ko ga juga, sbenarnya lebih tepatnya kepribadian org2 di negeri itu termasuk kita sendiri yg perlu 'ditata' lebih baik.Yg perlu digarisbawahi "belajar menghargai orang lain'................
btw, pada ngomongin apa ya?????? he...he...komen ku ga nyambung ya!!!!!sengaja!!!!
KTSP bagus jika fasilitas memadai
BERSABAR DAN BERDOA SEMOGA PEMERINTAH MENDENGARKAN APA LAGI SAYA SEBAGAI GURU HONOR MAUNYA GAJI GEUDI HEHEHE TAPI KITA HARUS SADAR DIRI ... APAKAH KITA SUDAH MELAKSANAKAN KEWAJIBAN ATAU BELUM DENGAN BAIK, KALAU BELUM LENGKAPI DULU DONG.... MAU KTSP ATAUPUN YANG LAIN SAMA SAJA YANG PENTING KITA MAU MELAKSANAKAN TUGAS KITA SEBAGAI GURU ... TERIMAKSIH
Memotivasi guru kalau bukan dari diri guru sendiri susah (Mindset cara kerja anak bangsa ini harus di ubah)
Aku punya doa nich, untuk mengatasi itu semua, ...
"Allahumma Paksakeun" Semoga dengan doa tersebut kita menjadi Senang, Tenang,Berkenan dan Cageur, Bageur, Pinter, Soleh/Solehah dalam menjalani hidup dan kehidupan untuk mengerjakan segala kewajiban-kewajiban kita, khususnya sebagai pendidik. Semoga, senantiasa rekan guru diberi kesehatan. Amin.
Sukses Rekanku,....
doanya... yang benar ....
Aku punya doa nich, untuk mengatasi itu semua, ...
"Allahumma Paksakeun" Semoga dengan doa tersebut kita menjadi Senang, Tenang,Berkenan dan Cageur, Bageur, Pinter, Soleh/Solehah dalam menjalani hidup dan kehidupan untuk mengerjakan segala kewajiban-kewajiban kita, khususnya sebagai pendidik. Semoga, senantiasa rekan guru diberi kesehatan. Amin.
Sukses Rekanku,....
saya mah setuju mind set guru'nya kudu dibenahi dulu. ubah paradigma para gurunya. jangan karena dipaksa, baru kita mau bekerja maksimal. ingat bung ..... kita bukan lagi hidup di jaman deandlesss atau jaman rodi... dipaksa baru bisa......
mulai dari kita : guru-nya (jangan nunggu dipaksa)
teman sejawat kita : guru juga
baru murid kita : so mereka pasti mengikuti apa yang kita lakukan.
sukses teman teman guru ... pendidik dan pembawa perubahan Indonesia tercinta ....
Coba buatkan perangkat pendukung untuk mempermudah kerja. Misal kita siapkan file Analisis KKM, administrasi remedial dll. (pakai Excel saja). Bahkan analisis butir soal dan penyusunan kartu soal untuk Bank Soal juga saya siapkan softwarenya. Habis itu yang mengumpulkan dikasih imbalan uang. Pengalaman saya hasilnya baik lho, guru lebih bersemangat.
Kerja TPK sekolah kurang maksimal, kebanyakan diserahkan ke Litbang atau waka kurikulum. Ya berat kalau gitu, khan perlu data yang kompleks.
Itu disebabkan pemahaman awal dari guru-guru kurang lengkap mengenai informasi penyempurnaan KTSP yang didapat, pemahaman awal yang kurang lengkap inilah yang memunculkan prasangka yang jelek jadinya ketika ada pemberlakuan KTSP yang disempurnakan dngan adanya Pendikar dikiranya perubahan kurikulum/KTSP secara total.
salam kenal buat teman-teman guru seindonesia. perlu s0sialisasi yang sempurna tentang KTSP. dan kita harus belajar untuk ihlas dalam bekerja dan senantiasa bersyukur.
guru ibarat "digugu lan ditiru" maka marilah kita menjadi contoh yang baik bagi anak didik kita ...

tambahanin gajinya 2 kali lipat... pasti dech.... mantap dia jadi guru