Pembelajaran Bahasa inggris yang menyenangkan
Bahasa inggris selama ini di sekitar kita masih merupakan foreign language.Hal ini dikarenakan bahasa inggris masih merupakan hal yang sangat sulit dipelajari bagi sebagian kecil siswa meskipun pelajaran bahasa inggris telah diajarkan sejak di tingkatan SD.Selain itu, sebagian guru masih menganggap bahasa pengajaran bahasa inggris dengan menggunakan games,dll merupakan hal yang sudah tidak pantas diberikan pada siswa tingkat SMA.tapi benarkah hal ini...?
thakns for the time,
dear Mr.kris
so far,English masih dijadikan kebutuhan sampingan bagi masyarakat yang masih awan.seperti orang orang yang tinggalnya jauh dari kota(sekolah yang pinggiran) mereka belajar bahasa inggris hanya memenuhi target sebagai salah satu mata pelajaran,beda halnya dengan orang orang yang berpendidikan(educated person),mereka menganggap bahasa inggris sebagai kebutuhan pokok.based on my opinion,english can be main necessary if the man/all people eager that today is global era.tq 4 ur suggestion
@ pak kris: Thanks for your comment.ya....i agree with you that we cannot study one's language without his culture because it can rise an iceberg.
Terimakasih forum PSB-SMA telah memberi banyak materi pembelajaran yang sangat bermanfaat. Bagaimana agar bahan pembelajaran yang lain sebagus pada materi pembelajaran geometri. aku salut dengan pencipta materi tersebut semoga lebih produktif.
Untuk Bahan Ajar Bahasa Inggris sudah tersedia sekarang ya....
Silakan Daftar, trus Unduh...
Kalau bisa sih juga buat dan berbagi dengan yang lain melalui PSB..
Using games is not appropriate for SMA levels? I am afraid I must say a very big NO for that question. There are so many games that will be suitable for all levels. The teacher, as a facilitator, should try to select games based on the need analysis. Some are as follows:
1. The students' preferences ( some like vocabulary games, communication games, games with TPR etc)
2. The time when we play it
3. The size of the class room ( decide whether indoor or out one)
4. The level of difficulties
5. The duration of the game
6. The correlation between the game and the lesson objective
7. The equipment need to play the game
Don't forget to pay attention to your neighbour class rooms? Will the game disturb your buddies?
thanks for your response on my writing. i have no objection on your idea because i used to use that way in my teaching.however, some of my patners say that it is useless.so, i try to find some friends that support my idea. for the next teaching i'll do my best.
Coba sesekali putar film animasi yang dilengkapi dengan subtitle.. misalnya "Lion King" atau "Bug live" ... trus murid diminta merubah subtitlenya dari indonesia ke inggris.. mengasikkan.. kosa kata anak naik.. reading-nya juga tambah..
saya senang sekali dengan ide bapak.saya sudah sering menggunakan cara tersebut. saya menggunakan khususnya pada KD menulis narrative.terima kasih atas responnya. semoga kita bisa terus sharing our knowledge.

Assalamu"alaykum,
Let me join the discussion.
Menurut saya, pembelajaran Bahasa Inggris di Indonesia sudah cukup berkembang, walaupun masih menjadi Foreign Language. Di Indonesia memang Bahasa Inggris tidak dijadikan Second Language karena Bahasa Indonesia dipandang lebih utama untuk dijadikan Bahasa Ibu atau Bahasa Kedua. Bahasa Indonesia dipandang penting untuk dipertahankan sebagai bahasa resmi negara. Pertimbangan lain, secara sosiokultural, masyarakat Indonesia mayoritas tidak merasa pas dan nyaman dengan bahasa Asing termasuk Bahasa Inggris. Kita tahu bahwa mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim, yang memandang Bahasa Inggris identik dengan Barat, yang mereka pandang sebagai bangsa penjajah. Ini tidak bisa disalahkan karena Indonesia pernah dijajah oleh Eropa. Dari sisi sociolinguistics, language is a culture miror. "We can't study one's language without learning his culture."
Dengan demikian, ada semacam kekhawatiran di satu sisi akan terjadinya keresahan berkenaan dengan pola hidup, karena ketidak-cocokan kultur kedua bangsa - Indonesia dan Barat, yang memiliki kultur yang secara signifikan berbeda.