Pendapat Anda tentang ini...
Guru seharusnya "menuliskan apa yang akan ia lakukan dan melakukan seperti apa yang ia tuliskan". Terus terang, saya sendiri sudah lama sekali mendengar ungkapan ini. Tapi kenapa ungkapan sederhana itu sulit diaplikasikan? Pendapat anda?
Terima kasih,
Ya saya setuju.
mohon maaf sebelum menulis guru harus rajin membaca...." ibarat kata seperti orang kalau mau banyak pipis, ya harus banyak minum " gitu lho...
sukses...buat guru Indonesia yang sudah pada sadar bahwa menulis itu perlu....
artinya ketika seorang guru menulis, dengan memperhatikan serta mengkomparasikan antara kajian konseptual dan kajian empiris, sehingga apa yang di tulis itu secara ilmiah dapat di pertanggungjawabkan
Ungkapan itu adalah ungkapan yang intinya adalah supaya guru menjadi orang yang serba hebat dan mampu memberikan contoh kepada siswa2nya tentang hal yang baik....Petanyaannya adalah.....Sudah mampukah guru di Indonesia tercinta kita ini seperti yang diharapkan????Apakah sudah layak yang diterima guru di Indonesia dengan yang harus diberikannya???..Mari kita pikirkan bersama.....
Guru menjadi orang yang serba hebat ? kayaknya gak dech... guru hanya sebagai fasilitator+penunjuk jalan bagi siswa itu saja. Masa depan siswa bukan ditentukan oleh "pendidikan di sekolah" karena sekolah hanya andil 6% saja. Namun guru harus berusaha menyajikan dan melayani siswa se-optimal mungkin.
Terima kasih atas berbagi ilmu dan pengalaman serta informasinya. Hanya pembagian waktu aja untuk belajar karena guru banyak dituntut ilmu2 yang lainnya juga tidak aja ilmu yang diajarkan saja.
Terkadang admistrasi lengkap dan rapih tapi itu semua hanya unuk persiapan supervisi oleh kepala sekolah/pengawas, setelah supervisi selesai maka guru yang bersangkutan kembali kepada yang dulu yakni melakukan aktifitas pembelajaran tidak sesuai dengan rencana yang ada dalam administrasi.Jadi menurut hemat saya yang perlu dilakukan sekarang adalah pelatiahan tenaga pendidik berbasis praktik bukan teoritis yang selama ini banyak kita lakukan
Ada beberapa teman yang seior dari segi umur berpendapat bahwa mengajar tanpa menjelaskan (baca guru aktif) siswa tidak akan mencapai tujuan/indikator pembelajaran
Terkadng admistrasi lengkap dan rapih tapi itu semua hanya unuk persiapan supervisi oleh kepala sekolah/pengawas, setelah supervisi selesai maka guru yang bersangkutan kembali kepada yang dulu yakni melakukan aktifitas pembelajaran tidak sesuai dengan rencana yang ada dalam administrasi.Jadi menurut hemat saya yang perlu dilakukan sekarang adalah pelatiahan tenaga pendidik berbasis praktik bukan teoritis yang selama ini banyak kita lakukan
Ada beberapa teman yang seior dari segi umur berpendapat bahwa mengajar tanpa menjelaskan (baca guru aktif) siswa tidak akan mencapai tujuan/indikator pembelajaran
Pendapatz owe;
Terletak pada Mentalitas Manusianya sperti ungkapan bijak ini "Tontonan jadi Tuntunan, Tuntunan jadi Tontonan"
Intinya bahwa kita swendiri, masing-masing individu diharuskan banyak-banyak merenung dan introspeksi agar kita dapat memberikan pengertian kepada anak-anak kita khususnya serta siswa didik pada umumnya tentang :
1. Memilih
dan
2. Memilah
Masa depannya
Ini memang kelihatan mengarah pada RPP. Jelas sekali menurut ungkapan yang dituliskan TS. Menulis apa yang akan ia lakukan. Menulis, bukan copy paste. Saya kira masalahnya di sini. Saya sendiri merasakan susah mengaplikasikannya. Hasil copas, jangankan dilakukan, saya bahkan kurang tau isi detailnya. Setelah beralih jadi golongan anti copas isi (hanya copas formatnya saja), hanya satu atau dua kali proses pembelajaran yang sesuai dengan RPP yang saya buat. Banyak faktor yang mempengauhinya, dari mulai kemampuan saya tentang penguasaan materi, lingkunga, bahkan susana hati. Saya sendiri hanya berusaha melakukan yang terbaik sesuai dengan kondisi fisik, psikis dan lingkungan kerja yang ada.

Slogan Ini saya mau contohkan seperti membuat RPP sebelum mengajar! Kalau RPP itu ditulis sendiri oleh guru atau guru itu sendiri yang merancang RPPnya pasti apa yang ditulis itu yang dilakukan dan apa yang dilakukan seperti yang ditulis. tetapi kalau cuma copy paste mana mungkin mau lakukan seperti yang ditulis atau sebaliknya.makanya kita jangan adopsi melulu.... Karya sendiri jauh lebih berarti dan punya NILAI... ia kan ?
Thx